Tim pertahanan sipil pada Ahad (23/11) memakamkan 14 jenazah warga Palestina yang tidak teridentifikasi di pemakaman Deir al-Balah, setelah jenazah tersebut diserahkan oleh Israel di bawah kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, setidaknya 330 jenazah warga Palestina telah dikembalikan oleh Israel.
Pekan lalu, otoritas Palestina melaporkan bahwa banyak jenazah yang diserahkan menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, termasuk bekas pemukulan, tangan terikat, mata tertutup, luka berat di wajah, dan dikembalikan tanpa identitas.
Keluarga berusaha mengidentifikasi kerabat mereka hanya melalui ciri fisik atau pakaian, karena fasilitas forensik di Gaza tidak berfungsi akibat blokade berkepanjangan dan hancurnya laboratorium akibat serangan.
Menurut Kampanye Nasional Palestina untuk Mengambil Kembali Jenazah Para Syuhada, sebelum gencatan senjata, Israel menahan 735 jenazah warga Palestina di “kuburan bernomor”, kuburan tanpa nama untuk menghapus identitas jenazah.
Harian Israel Haaretz juga melaporkan bahwa tentara Israel menyimpan sekitar 1.500 jenazah warga Gaza di pangkalan militer Sde Teiman di Israel selatan.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah membunuh hampir 70.000 warga Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melukai lebih dari 170.800 orang, dan menghancurkan hampir seluruh wilayah kantong tersebut.
Sumber: MEMO








