• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Publikasi Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, Oktober 2025

by Adara Relief International
November 23, 2025
in Palestina dalam Gambar
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Mohammad Abu Salah (4 bulan) hidup bersama keluarganya di dalam tenda pengungsian di "zona aman" Al-Masawi, Khan Yunis, Jalur Gaza (1/10). Ia menderita kelainan jantung yang menyebabkan malnutrisi parah dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Yunis. Keluarganya menghadapi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di tengah penutupan perbatasan oleh Israel, yang mencegah anak tersebut menerima susu, obat-obatan, dan popok yang sangat dibutuhkannya. (ActiveStill)

Mohammad Abu Salah (4 bulan) hidup bersama keluarganya di dalam tenda pengungsian di "zona aman" Al-Masawi, Khan Yunis, Jalur Gaza (1/10). Ia menderita kelainan jantung yang menyebabkan malnutrisi parah dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Yunis. Keluarganya menghadapi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di tengah penutupan perbatasan oleh Israel, yang mencegah anak tersebut menerima susu, obat-obatan, dan popok yang sangat dibutuhkannya. (ActiveStill)

37
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram
Asap mengepul dari Kota Gaza setelah serangan udara pada Kamis (2/10). Israel menggencarkan serangan di seluruh Gaza, termasuk di “zona aman” Al-Mawasi dan menyebabkan 53 orang Palestina terbunuh. (Haitham Imad/EPA/Al Jazeera/The Guardian)
Asap mengepul dari Kota Gaza setelah serangan udara pada Kamis (2/10). Israel menggencarkan serangan di seluruh Gaza, termasuk di “zona aman” Al-Mawasi dan menyebabkan 53 orang Palestina terbunuh. (Haitham Imad/EPA/Al Jazeera/The Guardian)
Reem Nasr, seorang ibu dari tujuh anak, menggendong putranya, Nafez (10 tahun) yang semakin kurus hingga tersisa delapan kilogram akibat malnutrisi parah (3/10). Ia dan keluarganya tinggal di sebuah tenda kecil di Kamp Nuseirat, setelah mengungsi dari Gaza utara. Mereka berjuang melawan kelaparan dan penyakit karena kurangnya akses terhadap makanan, obat-obatan, atau layanan kesehatan yang layak akibat pengepungan Israel yang masih berlangsung. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Reem Nasr, seorang ibu dari tujuh anak, menggendong putranya, Nafez (10 tahun) yang semakin kurus hingga tersisa delapan kilogram akibat malnutrisi parah (3/10). Ia dan keluarganya tinggal di sebuah tenda kecil di Kamp Nuseirat, setelah mengungsi dari Gaza utara. Mereka berjuang melawan kelaparan dan penyakit karena kurangnya akses terhadap makanan, obat-obatan, atau layanan kesehatan yang layak akibat pengepungan Israel yang masih berlangsung. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan "Mari kita hentikan genosida di Palestina, hentikan perdagangan senjata dengan Israel" dalam unjuk rasa pro-Palestina di Barcelona (4/10). Unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan Armada Sumud Global setelah kapal-kapal mereka dicegat oleh angkatan laut Israel. (Emilio Morenatti/AP Photo)
Para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan “Mari kita hentikan genosida di Palestina, hentikan perdagangan senjata dengan Israel” dalam unjuk rasa pro-Palestina di Barcelona (4/10). Unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan Armada Sumud Global setelah kapal-kapal mereka dicegat oleh angkatan laut Israel. (Emilio Morenatti/AP Photo)
Ribuan pengunjuk rasa turun di Paris menentang genosida yang sedang berlangsung di Gaza dan menunjukkan dukungan bagi anggota Armada Sumud Global, yang berupaya menembus blokade Gaza melalui laut (4/10). Ratusan peserta armada Sumud Global dicegat di laut oleh pasukan Israel di perairan internasional dan dibawa ke penjara-penjara Israe. Di akhir demonstrasi, polisi Prancis menyerang para pengunjuk rasa dan menangkap tujuh orang. (Anne Paq/ActiveStill)
Ribuan pengunjuk rasa turun di Paris menentang genosida yang sedang berlangsung di Gaza dan menunjukkan dukungan bagi anggota Armada Sumud Global, yang berupaya menembus blokade Gaza melalui laut (4/10). Ratusan peserta armada Sumud Global dicegat di laut oleh pasukan Israel di perairan internasional dan dibawa ke penjara-penjara Israe. Di akhir demonstrasi, polisi Prancis menyerang para pengunjuk rasa dan menangkap tujuh orang. (Anne Paq/ActiveStill)
Rumah keluarga Ahmed Rafiq Al-Haimouni (20), seorang tawanan Palestina, di Al-Khalil, Tepi Barat, dihancurkan oleh pasukan Israel sebagai bentuk hukuman kolektif (5/10). Ia dituduh melakukan penyerangan di Yaffa. Sebelum dihancurkan rumah tersebut digunakan untuk menampung 25 anggota keluarga. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Rumah keluarga Ahmed Rafiq Al-Haimouni (20), seorang tawanan Palestina, di Al-Khalil, Tepi Barat, dihancurkan oleh pasukan Israel sebagai bentuk hukuman kolektif (5/10). Ia dituduh melakukan penyerangan di Yaffa. Sebelum dihancurkan rumah tersebut digunakan untuk menampung 25 anggota keluarga. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Aktivis Swedia Greta Thunberg, salah satu peserta Armada Sumud Global yang berupaya mengirimkan bantuan ke Gaza dan disandera oleh Israel, tiba di Bandara Internasional Eleftherios Venizelos Athena, Yunani (6/10), setelah dilepaskan oleh Israel. (Louisa Gouliamaki/Reuters)
Aktivis Swedia Greta Thunberg, salah satu peserta Armada Sumud Global yang berupaya mengirimkan bantuan ke Gaza dan disandera oleh Israel, tiba di Bandara Internasional Eleftherios Venizelos Athena, Yunani (6/10), setelah dilepaskan oleh Israel.
(Louisa Gouliamaki/Reuters)
Seorang pria Palestina memeriksa kerusakan pohon zaitun di Desa Umm al-Kheir, di wilayah Masafer Yatta, selatan Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat (7/10). Pasukan kolonial Israel menutup lahan dengan kawat berduri dan menebang 150 pohon zaitun. Dua pemukim bersenjata mendatangi desa dan mengancam akan menangkap warga Palestina jika mereka memasuki area yang ditutup. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Seorang pria Palestina memeriksa kerusakan pohon zaitun di Desa Umm al-Kheir, di wilayah Masafer Yatta, selatan Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat (7/10). Pasukan kolonial Israel menutup lahan dengan kawat berduri dan menebang 150 pohon zaitun. Dua pemukim bersenjata mendatangi desa dan mengancam akan menangkap warga Palestina jika mereka memasuki area yang ditutup. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Warga Palestina memadati titik distribusi makanan di Nuseirat, Gaza, pada Rabu (8/10). Penduduk Gaza terus berjuang menghadapi rekayasa kelaparan dan serangan Israel, sementara pembicaraan tentang kesepakatan yang akan mengakhiri pertempuran di wilayah tersebut masih terus berlangsung dan mulai mencapai titik terang. (Khames Alrefi/Anadolu/CNN)
Warga Palestina memadati titik distribusi makanan di Nuseirat, Gaza, pada Rabu (8/10). Penduduk Gaza terus berjuang menghadapi rekayasa kelaparan dan serangan Israel, sementara pembicaraan tentang kesepakatan yang akan mengakhiri pertempuran di wilayah tersebut masih terus berlangsung dan mulai mencapai titik terang.
(Khames Alrefi/Anadolu/CNN)
Para pemuda Palestina di Khan Younis bersuka cita saat disiarkannya berita tentang perjanjian gencatan senjata baru untuk Gaza (9/10). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan mengenai fase pertama gencatan senjata Gaza, setelah beberapa hari negosiasi yang dimediasi di Mesir. (AFP)
Para pemuda Palestina di Khan Younis bersuka cita saat disiarkannya berita tentang perjanjian gencatan senjata baru untuk Gaza (9/10). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan mengenai fase pertama gencatan senjata Gaza, setelah beberapa hari negosiasi yang dimediasi di Mesir. (AFP)
Sebuah kendaraan Palestina dibakar oleh pemukim Israel dalam sebuah serangan pada hari pertama panen zaitun di Desa Beita, Tepi Barat (10/10). Puluhan pemukim dan tentara menyerang dengan menggunakan peluru tajam, pentungan, dan batu hingga menyebabkan sejumlah warga Palestina dan aktivis solidaritas terluka. (Avishay Mohar/ActiveStill)
Sebuah kendaraan Palestina dibakar oleh pemukim Israel dalam sebuah serangan pada hari pertama panen zaitun di Desa Beita, Tepi Barat (10/10). Puluhan pemukim dan tentara menyerang dengan menggunakan peluru tajam, pentungan, dan batu hingga menyebabkan sejumlah warga Palestina dan aktivis solidaritas terluka. (Avishay Mohar/ActiveStill)
Setelah diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata, warga Palestina yang mengungsi ke bagian selatan Gaza atas perintah Israel selama agresi, mencoba untuk kembali ke utara (10/10). Namun, dengan adanya batas ilegal berupa “yellow line” yang dibuat Israel, penembakan terhadap penduduk Gaza masih terjadi. (Mahmoud Issa/Reuters)
Setelah diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata, warga Palestina yang mengungsi ke bagian selatan Gaza atas perintah Israel selama agresi, mencoba untuk kembali ke utara (10/10). Namun, dengan adanya batas ilegal berupa “yellow line” yang dibuat Israel, penembakan terhadap penduduk Gaza masih terjadi. (Mahmoud Issa/Reuters)
Warga Palestina di lingkungan Silwan di Al-Quds (Yerusalem) berunjuk rasa bersama aktivis solidaritas (11/10). Mereka menentang kampanye pembersihan etnis yang sedang berlangsung di Al-Quds, setelah keputusan Mahkamah Agung Israel menyatakan bahwa tiga keluarga Palestina lainnya akan digusur agar para pemukim dapat menempati rumah-rumah tersebut. (Avishay Mohar/ActiveStill)
Warga Palestina di lingkungan Silwan di Al-Quds (Yerusalem) berunjuk rasa bersama aktivis solidaritas (11/10). Mereka menentang kampanye pembersihan etnis yang sedang berlangsung di Al-Quds, setelah keputusan Mahkamah Agung Israel menyatakan bahwa tiga keluarga Palestina lainnya akan digusur agar para pemukim dapat menempati rumah-rumah tersebut. (Avishay Mohar/ActiveStill)
Aktivis dan jurnalis Palestina terkemuka di Gaza, Saleh al-Jafarawi, terbunuh saat meliput pemberontakan geng lokal bersenjata yang didukung Israel di Kota Gaza (12/10). Beberapa warga Palestina yang mengungsi juga terbunuh dalam pembentrokan tersebut. (MEE/ Al Jazeera/The New Arab/TRT)
Aktivis dan jurnalis Palestina terkemuka di Gaza, Saleh al-Jafarawi, terbunuh saat meliput pemberontakan geng lokal bersenjata yang didukung Israel di Kota Gaza (12/10). Beberapa warga Palestina yang mengungsi juga terbunuh dalam pembentrokan tersebut. (MEE/ Al Jazeera/The New Arab/TRT)

 

Baca Juga

Palestina dalam Gambar, September 2025

Palestina dalam Gambar, Agustus 2025

Seorang tawanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel memberi isyarat "kemenangan" saat disambut oleh kerumunan massa di Ramallah, Tepi Barat (13/10). Sekitar 2.000 tawanan Palestina telah dibebaskan di bawah kesepakatan gencatan senjata. Namun, banyak yang membutuhkan perawatan medis akibat penyiksaan yang mereka alami di penjara-penjara Israel. (Wahaj Bani Moufleh/ActiveStill)
Seorang tawanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel memberi isyarat “kemenangan” saat disambut oleh kerumunan massa di Ramallah, Tepi Barat (13/10). Sekitar 2.000 tawanan Palestina telah dibebaskan di bawah kesepakatan gencatan senjata. Namun, banyak yang membutuhkan perawatan medis akibat penyiksaan yang mereka alami di penjara-penjara Israel. (Wahaj Bani Moufleh/ActiveStill)
Menteri Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki untuk kedua kalinya dalam sepekan (14/10). Penyerbuan tersebut tidak diumumkan sebelumnya, sementara para menteri Israel hanya diizinkan memasuki lokasi tersebut dengan persetujuan terlebih dahulu dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (Anadolu/WAFA)
Menteri Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki untuk kedua kalinya dalam sepekan (14/10). Penyerbuan tersebut tidak diumumkan sebelumnya, sementara para menteri Israel hanya diizinkan memasuki lokasi tersebut dengan persetujuan terlebih dahulu dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (Anadolu/WAFA)
Staf Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis mengumpulkan 90 jenazah tawanan Palestina dari Jalur Gaza yang dipulangkan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran antara Hamas dan Israel (15/10). Jenazah-jenazah tersebut ditahan oleh Israel selama genosida di Gaza dan dikembalikan tanpa identitas melalui Komite Palang Merah Internasional. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Staf Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis mengumpulkan 90 jenazah tawanan Palestina dari Jalur Gaza yang dipulangkan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran antara Hamas dan Israel (15/10). Jenazah-jenazah tersebut ditahan oleh Israel selama genosida di Gaza dan dikembalikan tanpa identitas melalui Komite Palang Merah Internasional. (Doaa Albaz/ActiveStill)

 

Di RS Nasser, keluarga-keluarga Palestina berusaha mengidentifikasi jenazah yang dikembalikan oleh Israel (16/10). Otoritas Israel mengembalikan jenazah-jenazah tersebut tanpa identitas, dan tim medis di Gaza melaporkan bahwa sebagian besar menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, termasuk patah tulang, pemukulan hebat, dan tangan diborgol.(Doaa Albaz/ActiveStill)
Di RS Nasser, keluarga-keluarga Palestina berusaha mengidentifikasi jenazah yang dikembalikan oleh Israel (16/10). Otoritas Israel mengembalikan jenazah-jenazah tersebut tanpa identitas, dan tim medis di Gaza melaporkan bahwa sebagian besar menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, termasuk patah tulang, pemukulan hebat, dan tangan diborgol.
(Doaa Albaz/ActiveStill)
Mohammed Bahjat Al-Hallaq (10 tahun) dibunuh oleh pasukan Israel di Desa Al-Rihiya, Al-Khalil, Tepi Barat (16/10). Pasukan kolonial Israel menembakkan peluru tajam ke arah sekelompok anak yang sedang bermain sepak bola dan mengenai tubuh Mohammed hingga menembus panggulnya. Ia dibawa ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis, dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Mohammed Bahjat Al-Hallaq (10 tahun) dibunuh oleh pasukan Israel di Desa Al-Rihiya, Al-Khalil, Tepi Barat (16/10). Pasukan kolonial Israel menembakkan peluru tajam ke arah sekelompok anak yang sedang bermain sepak bola dan mengenai tubuh Mohammed hingga menembus panggulnya. Ia dibawa ke rumah sakit terdekat dalam kondisi kritis, dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Warga Palestina berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat pertama sejak gencatan senjata dimulai, di tengah reruntuhan Masjid Albania di Khan Younis, Jalur Gaza (17/10). Meskipun separuh masjid hancur total dan sisanya rusak berat, jemaah tetap khidmat beribadah dan memanjatkan doa untuk para martir dan korban luka. Di antara tekad mereka adalah kembali menghidupkan tempat-tempat ibadah meskipun kerusakan meluas. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Warga Palestina berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat pertama sejak gencatan senjata dimulai, di tengah reruntuhan Masjid Albania di Khan Younis, Jalur Gaza (17/10). Meskipun separuh masjid hancur total dan sisanya rusak berat, jemaah tetap khidmat beribadah dan memanjatkan doa untuk para martir dan korban luka. Di antara tekad mereka adalah kembali menghidupkan tempat-tempat ibadah meskipun kerusakan meluas. (Doaa Albaz/ActiveStill)
Tentara Israel yang mengawal para pemukim kolonial membatasi kebebasan bergerak warga Palestina di Kota Tua Al-Khalil/Hebron, Tepi Barat (18/10). Serangan berulang ini merupakan bagian dari strategi panjang Israel untuk mengendalikan kota tersebut, khususnya wilayah di sekitar Masjid Ibrahimi. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Tentara Israel yang mengawal para pemukim kolonial membatasi kebebasan bergerak warga Palestina di Kota Tua Al-Khalil/Hebron, Tepi Barat (18/10). Serangan berulang ini merupakan bagian dari strategi panjang Israel untuk mengendalikan kota tersebut, khususnya wilayah di sekitar Masjid Ibrahimi. (Mosab Shawer/ActiveStill)
Anak-anak Palestina, yang pendidikannya terhenti akibat pengeboman Israel yang menghancurkan sekolah mereka, melanjutkan pelajaran mereka di tenda-tenda darurat bersama guru-guru sukarelawan di Khan Younis (18/10). Sebanyak 97% sekolah hancur atau rusak, mengakibatkan 600.000 anak usia sekolah memulai tahun ketiga mereka tanpa tempat belajar yang layak. (Abed Rahim Khatib/Anadolu/The Guardian)
Anak-anak Palestina, yang pendidikannya terhenti akibat pengeboman Israel yang menghancurkan sekolah mereka, melanjutkan pelajaran mereka di tenda-tenda darurat bersama guru-guru sukarelawan di Khan Younis (18/10). Sebanyak 97% sekolah hancur atau rusak, mengakibatkan 600.000 anak usia sekolah memulai tahun ketiga mereka tanpa tempat belajar yang layak. (Abed Rahim Khatib/Anadolu/The Guardian)
Warga Palestina di Kamp Pengungsi Al-Ein melepas Majed Mohammad Dawoud (42 tahun) di Nablus, Tepi Barat (19/10). Dawoud meninggal karena luka di perut dan kakinya setelah ditembak oleh pasukan Israel di dalam kamp. (Wahaj Bani Moufleh/ActiveStill)
Warga Palestina di Kamp Pengungsi Al-Ein melepas Majed Mohammad Dawoud (42 tahun) di Nablus, Tepi Barat (19/10). Dawoud meninggal karena luka di perut dan kakinya setelah ditembak oleh pasukan Israel di dalam kamp. (Wahaj Bani Moufleh/ActiveStill)
Tank-tank Israel bergerak di sepanjang perbatasan Israel-Gaza pada Senin (20/10). Sehari sebelumnya, Israel mengancam akan menghentikan izin pengiriman bantuan kemanusiaan, sementara pasukannya melancarkan serangan yang membunuh puluhan warga Palestina. Israel kemudian mengatakan telah melanjutkan penegakan gencatan senjata. (Ohad Zwigenberg/AP Photo)
Tank-tank Israel bergerak di sepanjang perbatasan Israel-Gaza pada Senin (20/10). Sehari sebelumnya, Israel mengancam akan menghentikan izin pengiriman bantuan kemanusiaan, sementara pasukannya melancarkan serangan yang membunuh puluhan warga Palestina. Israel kemudian mengatakan telah melanjutkan penegakan gencatan senjata.
(Ohad Zwigenberg/AP Photo)
Warga Palestina tetap melanjutkan hidup dalam pengungsian selama gencatan senjata (21/10). Ratusan ribu warga Palestina telah dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh tentara Israel selama agresi genosida. Kini mereka mengalami kesulitan untuk kembali karena rumah mereka telah menjadi reruntuhan, juga karena adanya batas ilegal “garis kuning” yang dibentuk oleh Israel [Abdel Kareem Hana/AP/ Al Jazeera]
Warga Palestina tetap melanjutkan hidup dalam pengungsian selama gencatan senjata (21/10). Ratusan ribu warga Palestina telah dipaksa meninggalkan rumah mereka oleh tentara Israel selama agresi genosida. Kini mereka mengalami kesulitan untuk kembali karena rumah mereka telah menjadi reruntuhan, juga karena adanya batas ilegal “garis kuning” yang dibentuk oleh Israel [Abdel Kareem Hana/AP/ Al Jazeera]
Warga Palestina memanen zaitun di Desa Maniya, dekat Betlehem, Tepi Barat yang diduduki (22/10). Menurut data yang dipublikasikan oleh Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok (CWRC) Otoritas Palestina, setidaknya telah terjadi 158 serangan di seluruh Tepi Barat sejak panen dimulai pada pekan pertama Oktober. Para pemukim menargetkan pohon zaitun karena warga Palestina menganggapnya sebagai simbol hubungan mereka dengan Palestina.(Mussa Qawasma/Reuters/Al Monitor/Ashraq al-Awsat)
Warga Palestina memanen zaitun di Desa Maniya, dekat Betlehem, Tepi Barat yang diduduki (22/10). Menurut data yang dipublikasikan oleh Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok (CWRC) Otoritas Palestina, setidaknya telah terjadi 158 serangan di seluruh Tepi Barat sejak panen dimulai pada pekan pertama Oktober. Para pemukim menargetkan pohon zaitun karena warga Palestina menganggapnya sebagai simbol hubungan mereka dengan Palestina.
(Mussa Qawasma/Reuters/Al Monitor/Ashraq al-Awsat)
Sebuah keluarga Palestina yang mengungsi berbagi makanan di dalam masjid di Zeitoun (23/10). Inilah potret para pengungsi yang menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan. Mereka berbagi tempat dan makanan di penampungan, saling menyemangati dan bercerita tentang harapan. (AFP/Al Jazeera)
Sebuah keluarga Palestina yang mengungsi berbagi makanan di dalam masjid di Zeitoun (23/10). Inilah potret para pengungsi yang menjalani kehidupan sehari-hari di tengah reruntuhan. Mereka berbagi tempat dan makanan di penampungan, saling menyemangati dan bercerita tentang harapan. (AFP/Al Jazeera)
Tentara Israel menghentikan warga Palestina yang hendak berziarah ke pemakaman di Kamp Jenin (24/10). Penduduk Palestina di Jenin kini semakin sulit untuk menjalani hidup yang bebas karena pembatasan yang diberlakukan Israel. Tentara Israel telah menduduki Kamp Jenin sejak Januari, mengusir 14.000 penduduk dari rumah mereka dan membangun tanggul tanah serta penghalang untuk memisahkan Jenin dari bagian kota Palestina lainnya. (Raneen Sawafta/Reuters/The Guardian)
Tentara Israel menghentikan warga Palestina yang hendak berziarah ke pemakaman di Kamp Jenin (24/10). Penduduk Palestina di Jenin kini semakin sulit untuk menjalani hidup yang bebas karena pembatasan yang diberlakukan Israel. Tentara Israel telah menduduki Kamp Jenin sejak Januari, mengusir 14.000 penduduk dari rumah mereka dan membangun tanggul tanah serta penghalang untuk memisahkan Jenin dari bagian kota Palestina lainnya. (Raneen Sawafta/Reuters/The Guardian)
Warga Palestina mencari kayu bakar dan plastik di tempat pembuangan sampah di Kota Gaza (25/10). Sampah plastik dikumpulkan untuk dijadikan bahan bakar dengan cara dipotong kecil, dibakar, diuapkan, lalu dikondensasi dan disuling menjadi bahan bakar. Metode ini terpaksa dilakukan di tengah blokade Israel yang masih berlaku. (Abdel Kareem Hana/AP)
Warga Palestina mencari kayu bakar dan plastik di tempat pembuangan sampah di Kota Gaza (25/10). Sampah plastik dikumpulkan untuk dijadikan bahan bakar dengan cara dipotong kecil, dibakar, diuapkan, lalu dikondensasi dan disuling menjadi bahan bakar. Metode ini terpaksa dilakukan di tengah blokade Israel yang masih berlaku. (Abdel Kareem Hana/AP)
Sebuah bom di reruntuhan Gaza melukai Yahya dan Nabila, anak kembar yang mengira benda itu mainan (25/10). Mereka dilarikan ke RS Shifa, kemudian Yahya mendapat penanganan lanjutan di Rumah Sakit Amal Patient's Friends di Kota Gaza. Israel banyak meninggalkan persenjataan yang belum meledak dalam bentuk yang menarik, seperti makanan kaleng, bola, atau mainan sehingga membahayakan anak. (Abdel Kareem Hana/AP)
Sebuah bom di reruntuhan Gaza melukai Yahya dan Nabila, anak kembar yang mengira benda itu mainan (25/10). Mereka dilarikan ke RS Shifa, kemudian Yahya mendapat penanganan lanjutan di Rumah Sakit Amal Patient’s Friends di Kota Gaza. Israel banyak meninggalkan persenjataan yang belum meledak dalam bentuk yang menarik, seperti makanan kaleng, bola, atau mainan sehingga membahayakan anak. (Abdel Kareem Hana/AP)
Warga Palestina menyaksikan alat berat dan beberapa pekerja dari Mesir yang bertugas mencari jenazah tahanan Israel di Kota Hamad, Khan Younis (26/10). Hamas telah memperluas pencarian jenazah sandera di Jalur Gaza, setelah Mesir mengerahkan tim ahli dan alat berat untuk membantu mengevakuasi mereka. (Jehad Alshrafi/AP)
Warga Palestina menyaksikan alat berat dan beberapa pekerja dari Mesir yang bertugas mencari jenazah tahanan Israel di Kota Hamad, Khan Younis (26/10). Hamas telah memperluas pencarian jenazah sandera di Jalur Gaza, setelah Mesir mengerahkan tim ahli dan alat berat untuk membantu mengevakuasi mereka. (Jehad Alshrafi/AP)
Jenazah warga Palestina tak dikenal yang dipulangkan dari Israel dimakamkan di sebuah kuburan massal di Deir al-Balah, Jalur Gaza (27/10). Tahap pertama perjanjian gencatan senjata masih berlangsung, dan berfokus pada pembebasan para tahanan yang tewas di Gaza, dengan imbalan jenazah warga Palestina yang ditahan Israel. (Jehad Alshrafi/AP)
Jenazah warga Palestina tak dikenal yang dipulangkan dari Israel dimakamkan di sebuah kuburan massal di Deir al-Balah, Jalur Gaza (27/10). Tahap pertama perjanjian gencatan senjata masih berlangsung, dan berfokus pada pembebasan para tahanan yang tewas di Gaza, dengan imbalan jenazah warga Palestina yang ditahan Israel. (Jehad Alshrafi/AP)
Sayap militer Hamas membawa tas putih yang diyakini berisi jenazah Israel, setelah mengambilnya dari terowongan saat mencari jenazah sandera di Kota Hamad, Khan Younis, di Gaza selatan, Selasa, 28 Oktober 2025. (Jehad Alshrafi/AP)
Sayap militer Hamas membawa tas putih yang diyakini berisi jenazah Israel, setelah mengambilnya dari terowongan saat mencari jenazah sandera di Kota Hamad, Khan Younis, di Gaza selatan, Selasa, 28 Oktober 2025. (Jehad Alshrafi/AP)
Meskipun dalam situasi gencatan senjata, Israel masih melancarkan gelombang serangan udara yang mematikan. Pengeboman tersebut membunuh lebih dari 100 warga sipil Palestina, termasuk 35 anak-anak (29/10).  Sejak dimulainya genosida Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 68.000 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 170.000 lainnya terluka. (Mahmoud Issa/Reuters/Haaretz/WAFA/MEE)
Meskipun dalam situasi gencatan senjata, Israel masih melancarkan gelombang serangan udara yang mematikan. Pengeboman tersebut membunuh lebih dari 100 warga sipil Palestina, termasuk 35 anak-anak (29/10).  Sejak dimulainya genosida Israel pada 7 Oktober 2023, lebih dari 68.000 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 170.000 lainnya terluka.
(Mahmoud Issa/Reuters/Haaretz/WAFA/MEE)
Seorang anak laki-laki memeriksa persenjataan Israel yang belum meledak di Yarmouk, Kota Gaza (30/10). Meski dalam situasi gencatan senjata, Gaza terus menghadapi “agresi senyap” akibat ribuan persenjataan yang belum meledak tersebar di lingkungannya. Tanpa tim yang membersihkan senjata-senjata yang belum meledak ini, warga sipil Palestina menghadapi bahaya serius setiap hari. (Yousef Zaanoun/ActiveStill)
Seorang anak laki-laki memeriksa persenjataan Israel yang belum meledak di Yarmouk, Kota Gaza (30/10). Meski dalam situasi gencatan senjata, Gaza terus menghadapi “agresi senyap” akibat ribuan persenjataan yang belum meledak tersebar di lingkungannya. Tanpa tim yang membersihkan senjata-senjata yang belum meledak ini, warga sipil Palestina menghadapi bahaya serius setiap hari. (Yousef Zaanoun/ActiveStill)
Warga Palestina menghabiskan waktu mereka di pantai saat matahari terbenam di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di sebelah barat Kota Gaza (31/10). Di antara hal yang mengobati beratnya kehidupan di Gaza adalah pantai dan lautnya. (Mohammed Saber/EPA/Al JAzeera)
Warga Palestina menghabiskan waktu mereka di pantai saat matahari terbenam di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hamas di sebelah barat Kota Gaza (31/10). Di antara hal yang mengobati beratnya kehidupan di Gaza adalah pantai dan lautnya. (Mohammed Saber/EPA/Al JAzeera)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Hari Anak Sedunia, Organisasi Sipil Palestina: Anak-Anak Palestina Hadapi Bencana Kemanusiaan Terburuk dalam Sejarah Modern

Next Post

Ecocide: Cara Israel Turunkan Kualitas Hidup Penduduk Gaza Melalui Perusakan Lingkungan

Adara Relief International

Related Posts

Sambil membawa termos logam di jalanan Kota Gaza, Mohammed Ashour (15 tahun) menjual kopi kepada para pejalan kaki (1/12). Ia meninggalkan pendidikannya setelah ayahnya terbunuh dalam genosida Israel dan sekarang menghidupi keluarganya sebagai pencari nafkah utama. Setidaknya 39.000 anak dilaporkan telah kehilangan satu atau kedua orang tua dan ekonomi di Gaza dan kehancuran yang meluas telah merampas sumber pendapatan lebih dari 80 persen angkatan kerja, (Al Jazeera/Truthout)
Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, Desember 2025

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
26

Mahmoud Wadi, jurnalis foto lepas dan operator drone untuk media lokal dan internasional, dibunuh dalam serangan drone Israel saat ia...

Read moreDetails
Skandal politik terus mengguncang Israel setelah mantan kepala hukum militer, Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, mengundurkan diri dari jabatannya (1/11). Tomer-Yerushalmi ditahan setelah ia menyetujui pembocoran video yang menunjukkan tentara Israel melecahkan salah seorang tawanan Palestina pada tahun lalu di sebuah penjara militer. (Oren Ben Hakoon/ AP/ NBC)

Palestina dalam Gambar, November 2025

Desember 11, 2025
20
Palestina dalam Gambar, September 2025

Palestina dalam Gambar, September 2025

Oktober 13, 2025
40
Palestina dalam Gambar, Agustus 2025

Palestina dalam Gambar, Agustus 2025

September 10, 2025
24
Palestina dalam Gambar, Juli 2025

Palestina dalam Gambar, Juli 2025

Agustus 13, 2025
51
Palestina dalam Gambar, Juni 2025

Palestina dalam Gambar, Juni 2025

Juli 14, 2025
59
Next Post
Tank Israel melewati jalan dengan bunga-bunga liar di dekat perbatasan Gaza (The Guardian)

Ecocide: Cara Israel Turunkan Kualitas Hidup Penduduk Gaza Melalui Perusakan Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630