Pemukim Israel kembali melakukan serangan terkoordinasi di Tepi Barat yang diduduki. Pada Kamis dini hari, mereka merusak dan mencoba membakar Masjid Hajja Hamida, yang terletak di antara Kota Deir Istiya dan Kafr Haris. Serangan tersebut disertai coretan grafiti rasis dan upaya pembakaran bangunan.
Aktivis lokal, Nazmi Salman, mengatakan kepada The New Arab edisi Arab bahwa para pemukim memecahkan salah satu jendela masjid dan menuangkan bahan mudah terbakar ke dalamnya. Api sempat membakar bagian dalam masjid sebelum jemaah yang datang untuk salat Subuh berhasil memadamkannya dengan bantuan tim pertahanan sipil.
Di dinding masjid, para pemukim meninggalkan grafiti provokatif seperti “Kami tidak takut”, “Kami akan membalas lagi”, dan “Teruslah mengecam”. Beberapa coretan tampak ditujukan kepada Mayor Jenderal Avi Bluth, kepala Komando Pusat militer Israel, yang sehari sebelumnya mengeluarkan kecaman terhadap meningkatnya kekerasan pemukim.
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai “kejahatan keji” yang menunjukkan kerasnya seruan rasis Israel terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen. Kementerian menyerukan lembaga-lembaga Islam, termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk mengambil langkah menghentikan serangan pemukim.
Serangan Pemukim Meluas ke Lahan Pertanian
Serangan pemukim tidak hanya menargetkan tempat ibadah. Di Lembah Yordan utara, pemukim merusak peralatan peternakan dan membajak area pertanian Palestina pada Rabu malam. Menurut Mahdi Faraghmeh, Kepala Dewan Desa Al-Maleh dan Kamp Badui, para pemukim mencuri pagar besi dan merusak ban truk pengangkut air.
Dalam beberapa pekan terakhir, pemukim juga memagari ribuan dunam lahan pertanian Palestina untuk memberlakukan kontrol de facto Israel atas wilayah tersebut.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Oktober mencatat jumlah serangan pemukim tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2006, dengan lebih dari 260 serangan atau rata-rata delapan insiden per hari.
Penggerebekan Pasukan Israel Berlanjut
Bersamaan dengan serangan pemukim, pasukan Israel juga terus melakukan penggerebekan. Pada Kamis pagi, mereka masuk ke wilayah barat Nablus dan menggerebek sejumlah toko.
Di Desa Duma, selatan Nablus, pasukan Israel mengepung rumah Mujahid Dawabsheh dan mulai mengeluarkan semua isi rumah sebagai persiapan untuk penghancuran. Rumah ini dihuni keluarga beranggotakan lima orang. Kepala dewan desa, Suleiman Dawabsheh, mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadeed bahwa penggerebekan tetap dilakukan meskipun ada gugatan resmi ke pengadilan Israel untuk mencegah pembongkaran.
Sumber: The New Arab








