JAKARTA-Meski gencatan senjata telah diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober 2025, namun itu tidak membuat seluruh permasalahan di Gaza langsung terselesaikan. Penduduk Gaza masih menderita kelaparan, anak-anak menderita malnutrisi, sedangkan truk bantuan yang masuk tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh penduduk. Dalam kondisi genting ini, Sahabat Adara bersama Adara Relief International berusaha membantu mencukupi kebutuhan pangan penduduk Gaza. Pada 18 Oktober 2025, bantuan makanan siap saji dikirimkan ke Gaza, memberi manfaat bagi 2.500 orang di Gaza selatan.

Meski gencatan senjata telah disepakati, namun Israel masih terus membatasi jumlah truk yang memasuki Jalur Gaza. Di kesepakatan awal, Israel menjanjikan izin masuk bagi 600 truk yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kenyataannya, hanya 3.203 truk yang mendapat izin masuk ke Gaza, dan sebagian besar truk membawa barang yang tidak esensial seperti kopi, minuman ringan, cokelat, dan makanan ringan kering. Sementara itu, bahan pangan pokok seperti sayur dan buah segar, daging, susu, telur, biji-bijian, dan kacang-kacangan tetap menjadi kebutuhan yang langka di Gaza.
Kelaparan yang disengaja oleh Israel di Jalur Gaza telah merenggut nyawa 447 penduduk Gaza, termasuk 147 anak-anak. UNICEF juga memperingatkan bahwa lebih dari satu juta anak di Gaza masih menderita kelaparan pasca gencatan senjata. Di tengah langkanya bahan pangan pokok, masa depan anak-anak ini berada di ujung tanduk. Kelaparan dan malnutrisi sedikit demi sedikit telah merenggut kekuatan fisik mereka, menghambat perkembangan otak, juga menurunkan daya tahan tubuh. “Mengobati” anak-anak yang menderita malnutrisi akan membutuhkan waktu yang panjang, bahkan meski genosida telah benar-benar berakhir.

Masalah kelaparan dan malnutrisi di Gaza bukanlah permasalahan yang dapat terselesaikan dengan cepat, namun bukan berarti kita tidak dapat melakukan apa-apa untuk membantu. Pada 18 Oktober 2025, Sahabat Adara bersama Adara Relief International berusaha membantu mencukupi kebutuhan pangan penduduk Gaza dengan mengirimkan bantuan makanan siap saji. Makanan siap saji yang disalurkan ke Gaza telah memberi manfaat bagi 2.500 orang di Gaza selatan.



Genosida telah membuat penduduk Gaza tidak terlepas dari rasa lapar setiap harinya. Sepotong roti dan sesuap nasi yang terlihat kecil bagi kita, merupakan berkah yang dinanti-nanti bagi saudara-saudara kita di Gaza. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan makanan siap saji darimu telah menjadi berkah yang tak terhingga bagi saudara-saudara kita di Gaza. Kini, sekitar dua juta saudara kita di Gaza masih kelaparan, dan semoga kita bisa terus berjuang bersama agar tidak ada seorang pun yang kelaparan lagi di Jalur Gaza








