Komite Nasional untuk Orang Hilang akibat agresi genosida Israel di Jalur Gaza menyerukan intervensi segera dari komunitas internasional untuk mengirim tim khusus guna mengevakuasi ribuan jenazah warga Palestina yang masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka.
Juru bicara komite, Alaa al-Din al-Aklouk, dalam konferensi pers di Kota Gaza, menyatakan bahwa wilayah tersebut telah berubah menjadi “kuburan massal terbesar di dunia,” dengan sekitar 10.000 warga Palestina masih hilang di bawah puing-puing bangunan. Ia menjelaskan bahwa syuhada ini terkubur di bawah rumah mereka sendiri yang hancur, tanpa pernah dievakuasi atau dimakamkan secara layak.
Al-Aklouk mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya peran organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan—terutama yang berfokus pada isu orang hilang—dalam menghadapi bencana kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Ia juga menyoroti standar ganda komunitas internasional yang memberikan perhatian besar terhadap pencarian jenazah tahanan Israel, tetapi mengabaikan ribuan korban Palestina.
Ia mendesak Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk mengaktifkan seluruh jalur politik, hukum, dan logistik guna memperjuangkan isu orang hilang serta memberikan perhatian kepada keluarga mereka. Selain itu, ia menyerukan agar dunia internasional segera mengizinkan masuknya tim penyelamat, alat berat, dan teknologi pencarian untuk menemukan serta mengidentifikasi korban melalui tes DNA, sekaligus mempercepat upaya rekonstruksi yang diawali dengan pembersihan puing-puing dan evakuasi jenazah.
Hingga kini, otoritas pendudukan Israel masih melarang masuknya alat berat yang dibutuhkan untuk membersihkan reruntuhan dan mengevakuasi jenazah. Direktur Kantor Media Pemerintah di Gaza, Ismail al-Thawabta, sebelumnya menyebut larangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap protokol kemanusiaan dalam perjanjian gencatan senjata, yang seharusnya memperbolehkan masuknya ratusan alat berat ke Gaza.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak 11 Oktober, sekitar 513 jenazah warga Palestina telah ditemukan di jalanan dan kawasan permukiman. Agresi genosida yang berlangsung selama dua tahun dengan didukung Amerika Serikat ini telah membunuh lebih dari 68.000 warga Palestina, melukai lebih dari 170.000 lainnya, dan menghancurkan sekitar 90% infrastruktur Jalur Gaza, dengan 10.000 orang masih dilaporkan hilang.
Sumber:
Palinfo








