Israel mengembalikan sisa-sisa 15 jenazah warga Palestina pada hari Rabu (4/11) di bawah perjanjian gencatan senjata Gaza dengan Hamas. Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jenazah-jenazah itu dipindahkan ke fasilitas medis oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC), tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Serah terima baru itu membuat jumlah jenazah Palestina yang dikembalikan oleh Israel menjadi 285 sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober.
Kementerian Kesehatan Gaza sebelumnya mengatakan bahwa banyak jasad yang diserahkan oleh Israel menunjukkan tanda-tanda pelecehan, termasuk pemukulan, tangan terikat, penutup mata, dan cacat wajah, serta dikembalikan tanpa nama.
Keluarga jenazah telah berusaha mengidentifikasi sisa-sisa kerabat mereka dengan tanda fisik atau pakaian, karena fasilitas forensik di Gaza masih tidak bisa beroperasi karena blokade Israel dan penghancuran laboratorium.
Sebelum gencatan senjata, Israel menahan 735 jenazah Palestina dalam tempat yang disebut “kuburan angka,” menurut Kampanye Nasional Palestina untuk Pengembalian Jenazah Para Martir.
Menurut harian Israel Haaretz, tentara Israel telah menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina dari Gaza di pangkalan militer Sde Teiman yang terkenal kejam di Israel selatan.
Fase pertama dari kesepakatan gencatan senjata termasuk pertukaran tawanan dan jenazah antara Israel dan Hamas. Rencana itu juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa Hamas.
Sejak Oktober 2023, genosida Israel telah membunuh hampir 69.000 orang dan melukai lebih dari 170.600 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Saat ini kelompok advokasi tawanan Palestina mengumumkan bahwa jumlah tawanan di penjara Israel masih berjumlah lebih dari 9.250 orang pada November, yang sebagian besar adalah tahanan administratif. Angka ini tidak termasuk yang ditawan di kamp-kamp militer Israel.
Menurut organisasi itu, sebanyak 1.242 dari total tawanan telah dijatuhi hukuman, juga ada 49 perempuan yang saat ini masih dipenjara, termasuk satu dari Jalur Gaza. Laporan itu juga menekankan bahwa lebih dari 350 anak Palestina ditawan di penjara-penjara Israel, terutama di penjara Ofer dan Megiddo, sementara jumlah tahanan administratif naik menjadi 3.368.
Sementara itu, laporan itu mengatakan bahwa jumlah tawanan yang diklasifikasikan sebagai “kombatan yang melanggar hukum” mencapai 1.205, mengklarifikasi bahwa klasifikasi ini tidak termasuk semua tawanan dari Gaza yang ditahan di pusat-pusat penahanan Israel, dan juga termasuk tawanan dari Lebanon dan Suriah
Sumber: Middle East Monitor, Wafa
![Tim Pertahanan Sipil dan Palang Merah terlihat saat pemakaman 24 warga Palestina yang jenazahnya diserahkan oleh Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata, di Deir al-Balah, Gaza, pada 5 November 2025. [Stringer - Anadolu Agency] Tim Pertahanan Sipil dan Palang Merah terlihat saat pemakaman 24 warga Palestina yang jenazahnya diserahkan Israel berdasarkan perjanjian gencatan senjata, di Deir al-Balah, Gaza, pada 5 November 2025. [Stringer – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/AA-20251105-39624394-39624368-BURIAL_OF_PALESTINIANS_WHOSE_BODIES_HANDED_OVER_BY_ISRAEL_UNDER_CEASEFIRE_AGREEMENT-1-750x375.webp)







