Pasukan Israel melancarkan penggerebekan besar-besaran di Kota Tubas, Tepi Barat, pada akhir pekan lalu, sebagai bagian dari gelombang kekerasan yang terus meningkat di wilayah pendudukan.
Dalam operasi yang berlangsung selama 13 jam, tentara menanam bahan peledak dan meledakkan sebuah apartemen milik keluarga Abu Zaida, setelah memaksa seluruh penghuni keluar. Ledakan besar terdengar di seluruh kota.
Menurut kantor berita Palestina, Wafa, pasukan Israel juga menangkap beberapa warga, termasuk dua anak di bawah umur, serta merusak infrastruktur dan membuldoser jalan utama Tubas, meninggalkan tumpukan puing yang menghambat lalu lintas.
Beberapa rumah warga dilaporkan diubah menjadi pos militer, sementara dua tentara Israel mengalami luka akibat ledakan di awal serangan.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan fase pertama rencana perdamaian Gaza, namun justru menandai meluasnya kekerasan Israel di Tepi Barat.
Dalam dua tahun terakhir, sejak agresi terhadap Gaza dimulai, lebih dari 1.054 warga Palestina di Tepi Barat telah dibunuh oleh tentara dan pemukim Israel, sementara lebih dari 20.000 orang ditangkap, termasuk 1.600 anak-anak.
Sumber: The New Arab








