• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Di Antara Sukacita dan Duka: Keluarga Gaza Menyambut Kepulangan Putra Mereka yang Dibebaskan

by Adara Relief International
Oktober 14, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Di Antara Sukacita dan Duka: Keluarga Gaza Menyambut Kepulangan Putra Mereka yang Dibebaskan
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sejak Senin (13/10) pagi buta, ratusan ibu, ayah, dan anak-anak menunggu di depan Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, sambil membawa foto orang-orang tercinta dan bendera Palestina. Wajah mereka memancarkan kelelahan bercampur harapan.

Bus-bus yang membawa para tawanan melintasi perbatasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) disambut dengan sorak-sorai dan nyanyian. Banyak di antara mereka telah menghabiskan bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, di penjara Israel sebelum segera dibawa ke Rumah Sakit Nasser untuk menjalani pemeriksaan medis.

Umm Mahmoud Abu Oweida, dari Kamp Pengungsi Jabalia, telah menunggu selama 17 bulan untuk memeluk putranya, Mahmoud, yang ditangkap dalam penggerebekan Israel pada Mei 2024.

“Rasanya seperti mimpi. Aku tak pernah membayangkan akan memeluknya lagi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Namun di tengah kebahagiaan, banyak keluarga juga dihadapkan pada kenyataan pahit. Para tawanan yang bebas harus kembali ke tanah air yang telah luluh lantak—rumah-rumah hancur, lingkungan berubah menjadi puing, dan banyak orang terkasih telah tiada.

“Aku kehilangan segalanya dalam agresi ini, tapi hari ini aku mendapatkan kembali anakku,” kata Huda Abu Ali, yang putranya dibebaskan setelah delapan tahun penahanan. “Kebebasan ini terasa hampa tanpa kehadiran keluarga yang telah pergi.”

Bagi Abu Khaled al-Nuwairi, momen kebebasan juga dibayangi kesedihan mendalam. Putranya, Khaled (23), ditangkap pada April 2024 saat membantu korban luka di Rumah Sakit Al-Shifa.

“Mereka menangkapnya di depan mataku. Aku kehilangan istri dan empat anak ketika rumah kami dibom. Hari ini aku berharap mereka masih ada untuk menyaksikan ini. Kebebasan terasa kecil ketika segalanya telah hilang,” ujarnya lirih.

Penyiksaan, Penyakit, dan Kelaparan di Penjara Israel

Meski ratusan tawanan dibebaskan, lebih dari 9.100 warga Palestina masih berada di kamp-kamp Israel dan mengalami penyiksaan sistematis. Mereka menghadapi pemukulan, sengatan listrik, kekerasan seksual, kelaparan, serta penolakan akses terhadap obat-obatan. Banyak di antaranya menderita penyakit kronis dan infeksi kulit seperti kudis.

Unit khusus seperti Metzada, Nahshon, dan Keter kerap melakukan penggerebekan malam ke dalam sel menggunakan gas air mata dan granat kejut. Setidaknya 78 tawanan terbunuh dalam penjara sejak awal genosida di Gaza. Israel juga menahan jenazah 726 warga Palestina, termasuk 67 anak-anak.

Keluarga para tawanan, khususnya di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem), menghadapi intimidasi dan ancaman penangkapan karena merayakan kebebasan kerabat mereka. Sedikitnya 70 tawanan yang telah dibebaskan sebelumnya kembali ditangkap.

Sejarah Panjang Pertukaran Tawanan Palestina

Pertukaran tawanan telah menjadi bagian penting dari perjuangan rakyat Palestina selama lebih dari lima dekade. Hal ini bukan hanya kemenangan taktis, melainkan juga simbol keteguhan dalam menghadapi pendudukan.

1968 – Pertukaran Pertama: PLO menukar 37 tawanan Palestina dengan penumpang pesawat El Al yang dibajak.
1971 – Pertukaran Mahmoud Bakr Hijazi: Fatah menukar tentara Israel Shmuel Faiz dengan pejuang Palestina pertama yang ditangkap, Mahmoud Hijazi.
1979 – Operasi Al-Nawras: PFLP-GC menukar seorang tentara Israel dengan 76 tawanan Palestina dan Lebanon, termasuk 12 perempuan.
1983 – Kesepakatan Penjara Ansar: Fatah membebaskan 4.700 tawanan Palestina dan Lebanon dari Kamp Ansar sebagai imbalan atas enam tentara Israel.
1985 – “Operasi Galilea”: PFLP-GC menukar tiga tentara Israel dengan 1.150 tawanan Palestina, salah satu pertukaran terbesar dalam sejarah.
2009–2011 – Kesepakatan Gilad Shalit: Israel membebaskan 1.027 tawanan Palestina untuk menukar prajuritnya, Gilad Shalit, yang ditahan selama lima tahun.
2023–2025 – Pertukaran Perang Gaza: Selama genosida di Gaza, Hamas melakukan tiga kesepakatan besar, membebaskan hampir 4.000 tawanan Palestina melalui mediasi Mesir, Qatar, dan AS.

Kementerian Urusan Tawanan di Gaza menyebut pembebasan ini sebagai “langkah penting untuk mengakhiri penderitaan ribuan warga Palestina di penjara Israel.” Mereka juga mendesak komunitas internasional agar terus menekan Israel untuk membebaskan seluruh tawanan. Analis politik Ramallah, Esmat Mansour, menilai kesepakatan ini “memperlihatkan sisi kemanusiaan di permukaan, namun sarat kepentingan politik.”

“Dunia tidak boleh berdiam diri ketika wajah lain dari genosida terus terjadi di balik tembok penjara Israel,” tegas Otoritas Urusan Tahanan Palestina dalam pernyataannya.

Sumber:
Qudsnen, The New Arab

ShareTweetSendShare
Previous Post

Hampir 2.000 Tawanan Palestina Dibebaskan di Bawah Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Next Post

1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
19

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630