JAKARTA-Di Jalur Gaza, bukan hanya ledakan bom dan tembakan peluru yang mengancam nyawa anak-anak Gaza. Musim dingin, cuaca ekstrem, dan kurangnya pakaian hangat serta atap untuk berteduh juga mengancam tubuh kecil mereka. Di tengah kehancuran yang terjadi di Gaza akibat genosida, hadirnya musim dingin menjadi ancaman serius bagi anak-anak. Menyadari bahwa kita tengah berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Gaza, pada 20 Februari 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International mengirimkan bantuan pakaian hangat yang memberi manfaat bagi 100 anak di Gaza selatan, bantuan ini adalah donasi yang terkumpul dari event Palestina Festival.

Saat ini, nyaris tidak ada bangunan yang masih berdiri utuh di Jalur Gaza. Pengeboman yang dilakukan oleh Israel secara terus menerus telah menghancurkan rumah-rumah penduduk, pusat pengungsian, juga rumah sakit dan sekolah. Kondisi ini telah membuat penduduk Gaza tidak memiliki pilihan selain tinggal di tenda-tenda pengungsian, yang seringkali tidak layak huni. Lapisan tenda tidak cukup untuk melindungi mereka dari teriknya matahari maupun cuaca ekstrem, terutama saat musim dingin tiba. Tidak seperti di negara-negara Eropa yang musim dinginnya terlihat indah, musim dingin di Gaza telah menjadi ancaman yang mengintai penduduknya di tengah kehancuran yang terjadi akibat genosida.
Selama dua tahun genosida, penduduk Gaza telah diperintahkan oleh Israel untuk mengungsi berulang kali. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa jaminan keamanan telah membuat banyak orang tidak sempat untuk membawa barang-barang penting, termasuk pakaian hangat. Kurangnya pakaian hangat saat musim dingin tiba telah menjadi ancaman yang serius, terutama bagi tubuh anak-anak yang masih sangat rentan. Menghadapi musim dingin tanpa pakaian hangat dapat menimbulkan penyakit serius, mulai dari influenza, masalah pada saluran pernapasan, hingga hipotermia yang mengancam nyawa.
Kita saat ini tengah diburu oleh waktu untuk bisa menyelamatkan nyawa anak-anak Gaza, sebelum mereka meregang nyawa dalam kondisi menggigil kedinginan. Menyadari bahwa pakaian hangat merupakan perlengkapan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak, pada 20 Februari 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International mengirimkan bantuan pakaian hangat untuk melindungi anak-anak Gaza dari cuaca ekstrem saat musim dingin. Bantuan ini telah memberi manfaat bagi 100 anak di Gaza selatan, membantu mereka untuk menjalani musim dingin dengan persiapan yang lebih memadai.



Di Jalur Gaza, anak-anak tidak bisa menikmati musim dingin dengan bermain salju seperti musim dingin di negara-negara lainnya. Genosida telah merenggut masa kecil mereka, membuat anak-anak Gaza dipaksa untuk kuat dan tangguh untuk bisa bertahan hidup. Akan tetapi, bantuan pakaian hangat yang Sahabat Adara kirimkan seakan menghidupkan kembali jiwa kanak-kanak mereka. Hal tersebut terlihat jelas dari wajah antusias dan senyum yang merekah saat mereka memilih pakaian hangat di toko pakaian. Terima kasih Sahabat Adara dan masyarakat Indonesia, pakaian hangat darimu telah menjadi pelukan dari jauh yang akan menghangatkan mereka, dan semoga senyum anak-anak Gaza akan menjadi balasan yang menghangatkan hati bagi Sahabat Adara.







![Pemandangan kehancuran akibat serangan Israel saat warga Palestina mulai kembali ke rumah mereka menyusul pengumuman gencatan senjata di Khan Yunis, Gaza, pada 10 Oktober 2025. [Abdallah Fs Alattar – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/10/AA-20251010-39367364-39367361-ISRAEL_OFFICIALLY_ANNOUNCES_CEASEFIRE_AGREEMENT_HAS_COME_INTO_EFFECT-1-75x75.webp)
