Armada Global Sumud Flotilla yang berlayar pada akhir Agustus 2025, berangkat dari pelabuhan di Spanyol dan Italia, kemudian singgah di Yunani dan Tunisia sebelum menyeberangi Laut Mediterania menuju Jalur Gaza. Misi ini merupakan salah satu upaya kemanusiaan terbesar yang pernah mencoba menembus blokade Israel atas Gaza, dengan lebih dari 50 kapal dari 44 negara dan mengangkut sekitar 500 aktivis internasional di dalamnya.
Namun, ketika armada tersebut mendekati wilayah Gaza, pasukan angkatan laut Israel menyerbu kapal-kapal tersebut, memutuskan komunikasi, mengacaukan sinyal, serta menangkap dan membawa para aktivis ke wilayah Israel untuk dideportasi. Menurut penyelenggara, hingga kini sekitar 461 aktivis dari lebih 40 negara masih ditahan oleh otoritas Israel.
Kapal-kapal dalam misi ini membawa bantuan kemanusiaan simbolis namun penting, termasuk makanan, pasokan medis, dan kebutuhan pokok lainnya bagi penduduk Gaza yang dilaparkan akibat blokade Israel sejak 2 Maret 2025. Israel menuduh para sukarelawan mencoba “melanggar blokade laut yang sah”, sementara pihak penyelenggara menegaskan bahwa hukum internasional menjamin hak untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Menurut situs resmi misi tersebut, Global Sumud Flotilla merupakan koalisi dari warga sipil, penyelenggara, pekerja kemanusiaan, dokter, seniman, rohaniawan, pengacara, dan pelaut yang percaya pada martabat manusia serta kekuatan aksi tanpa kekerasan.
Para aktivis pro-Palestina di seluruh dunia kini menyerukan kepada pemerintah masing-masing untuk menekan Israel agar membebaskan para relawan yang masih disandera. Mereka juga melaporkan perlakuan kasar, termasuk kekurangan air dan makanan serta pemaksaan untuk mencium bendera Israel.
Di antara para tokoh yang turut serta dan ditangkap dalam misi ini adalah:
- Greta Thunberg, aktivis lingkungan asal Swedia.
- Ada Colau, mantan wali kota Barcelona dan pejuang hak asasi manusia.
- Zwelivelile Mandela, cucu pahlawan anti-apartheid Nelson Mandela.
- Susan Sarandon, aktris dan aktivis asal Amerika Serikat.
- Mariana Mortágua, politisi dari Partai Blok Kiri Portugal.
- Thiago Ávila, aktivis kemanusiaan dan lingkungan asal Brasil.
- Francois Piquemal, Marie Mesmeur, Rima Hassan, dan Emma Fourreau, anggota parlemen Prancis.
- Tadhg Hickey, komedian sekaligus aktivis asal Irlandia.
- Shifa Abdi, aktivis asal Somalia yang berkewarganegaraan Finlandia.
- Sarah Wilkinson, aktivis pro-Palestina asal Inggris berusia 62 tahun.
Misi ini menjadi simbol solidaritas global terhadap Gaza, serta bukti bahwa perjuangan kemanusiaan melintasi batas negara, ras, dan agama.
Sumber: Qudsnen








