Puluhan pemukim Israel menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa yang diberkahi di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki pada Ahad pagi (5/10), di bawah perlindungan ketat pasukan kepolisian Israel.
Menurut sumber-sumber di Al-Quds, sebanyak 148 pemukim memasuki area masjid dalam gelombang serangan pagi hari yang dilakukan secara rutin setiap hari.
Kelompok pemukim tersebut diketahui melakukan ritual Talmud secara provokatif di bawah pengawalan polisi, sementara pasukan Israel memperketat pengawasan di sekitar Al-Aqsa dan Kota Tua Al-Quds (Yerusalem). Polisi menghentikan sejumlah warga yang hendak beribadah, memeriksa identitas mereka, dan menghambat pergerakan menuju masjid.
Pada saat yang sama, warga Palestina dari wilayah pendudukan 1948 berbondong-bondong menuju Al-Aqsa untuk menegaskan identitas dan menjaga keterikatan spiritual mereka dengan situs suci tersebut. Rombongan bus dari Kota Nazareth juga diberangkatkan menuju Al-Quds (Yerusalem).
Kelompok ekstremis Yahudi yang dikenal sebagai Temple Movements tengah mempersiapkan gelombang besar penyerbuan Al-Aqsa bertepatan dengan perayaan Yahudi Sukkot. Dalam seruan yang beredar di berbagai platform mereka, kelompok ini mengajak pemukim dari berbagai usia untuk ikut serta, menyediakan transportasi gratis bagi anak-anak dan keluarga, dengan tujuan memadati kompleks Al-Aqsa sebanyak mungkin.
Serangan-serangan tersebut bertujuan untuk meyahudikan Al-Aqsa, dengan melaksanakan ritual Talmud secara terbuka, memperkenalkan “persembahan hari raya,” hingga mengibarkan bendera Israel di dalam area masjid.
Langkah-langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menegakkan pembagian temporal dan spasial di antara umat Islam dan Yahudi di situs suci tersebut
Sumber: Palinfo








