JAKARTA-Doaa, seorang guru taman kanak-kanak di Gaza, hanya bisa menemukan buku alfabet dari puing-puing rumahnya yang telah dihancurkan Israel. Tapi Doaa menolak menyerah, ia menyewa sebuah ruangan kecil untuk kembali mengajar anak-anak. Namun ternyata mengajar anak-anak di tengah genosida tidak semudah itu. Ketika ia memperkenalkan huruf “A” untuk “Apel”, anak-anak langsung membayangkan kerinduan akan buah tersebut, yang sudah lama tak mereka temukan sejak genosida. Buah dan sayur telah menjadi langka akibat blokade, oleh karena itu, Sahabat Adara ingin mengingatkan anak-anak Gaza akan kesegarannya. Pada 4 Agustus 2025, Forum Muslimah Indonesia (FORMASI) melalui Adara Relief International menyalurkan paket sayuran yang memberi manfaat bagi 1.000 orang di Gaza utara.

Anak-anak Gaza yang lahir menjelang atau setelah genosida dimulai mungkin sekarang sudah lupa bagaimana bentuk wortel, timun, terong, dan sayur mayur lainnya. Selama bertahun-tahun, Israel memberlakukan blokade yang sangat ketat terhadap Jalur Gaza, membuat banyak truk bantuan hanya bisa tertahan di perbatasan tanpa diizinkan masuk. Sayuran dengan cepat menjadi langka, kalau pun ditemukan, harganya melonjak tinggi dan tak terjangkau bagi sebagian besar penduduk Gaza.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Pusat Satelit PBB (UNOSAT) melaporkan bahwa saat ini, hanya kurang dari lima persen lahan pertanian di Jalur Gaza yang dapat dibudidayakan. Kehancuran ini membuat produksi pangan lokal terhenti, sedangkan pembangunan kembali membutuhkan biaya besar dan waktu yang sangat lama. Kerusakan yang meluas ini juga menyebabkan penduduk Gaza menderita kelaparan tanpa memiliki lahan untuk memproduksi bahan makanan sendiri.

Nyaris seluruh lahan di Gaza telah berubah menjadi coklat akibat debu dan puing-puing bekas pengeboman. Namun, kami ingin penduduk Gaza kembali mengingat warna-warni tanaman sayur yang dulu mereka tanam di lahan mereka. Pada 4 Agustus 2025, Forum Muslimah Indonesia (FORMASI) melalui Adara Relief International menyalurkan paket sayuran yang memberi manfaat bagi 1.000 orang di Gaza utara.


Saat ini, mungkin lahan-lahan pertanian di Gaza belum bisa digarap kembali seperti dahulu, namun bukan berarti penduduk Gaza tidak bisa menikmati kesegaran sayuran seperti dulu ketika mereka menanamnya sendiri. Terima kasih Forum Muslimah Indonesia (FORMASI), terima kasih Sahabat Adara, paket sayuran darimu telah sampai kepada ribuan penduduk Gaza, mengembalikan sejenak kesegaran di tengah panasnya kondisi akibat genosida.







![Warga Palestina, dengan membawa barang-barang bawaan mereka, bergerak menuju pusat kota Gaza di sepanjang Jalan Al-Rashid, menggunakan kendaraan, kereta kuda, dan berjalan kaki di Kota Gaza, Gaza, pada 1 Oktober 2025. [Mohammed Nassar – Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/10/AA-20251001-39282996-39282978-PALESTINIANS_CONTINUE_TO_FLEE_NORTHERN_GAZA_AMID_ISRAELI_ATTACKS-75x75.webp)
