JAKARTA-Sejak Israel menyerang Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, sekitar 70% dari korban merupakan perempuan dan anak-anak, berdasarkan data dari UN Women. Selama dua tahun, Israel telah menghancurkan rumah-rumah dan layanan sosial, membuat banyak perempuan harus menjadi tulang punggung rumah tangga, sedangkan banyak dari mereka bahkan kesulitan untuk bisa memenuhi kebutuhan pribadi akibat blokade. Para perempuan di Gaza sangat membutuhkan uluran tangan untuk bisa bertahan, dan Sahabat Adara menjawab panggilan mereka. Melalui Adara Relief International, pada 9 Agustus 2025, 120 perempuan di Gaza selatan telah menerima bantuan Paket Peduli Perempuan dari Sahabat Adara.

Laporan dari Center for Political and Development Studies mengungkapkan dampak mengerikan dari genosida terhadap perempuan di Gaza. Laporan ini memperingatkan krisis kesehatan dan psikologis yang memburuk pada perempuan di Gaza. Mereka terpaksa hidup di pengungsian yang penuh sesak dan tidak higienis, sementara lebih dari 690.000 perempuan dan anak perempuan sangat kesulitan mendapatkan produk kebersihan dasar.
Genosida telah membuat perempuan Gaza menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kehancuran yang meluas telah menyebabkan terbatasnya pendidikan bagi anak perempuan serta melonjaknya angka pengangguran dari kalangan perempuan. Di sisi lain, banyak perempuan yang tiba-tiba harus menjadi tulang punggung rumah tangga, sedangkan lapangan pekerjaan sangat terbatas sehingga mereka bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan pribadi akibat blokade.

Perempuan Gaza adalah pilar peradaban yang kini sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk bisa terus bertahan. Pada 9 Agustus 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International telah menjawab panggilan kemanusiaan tersebut. Karena ratusan ribu perempuan dan anak perempuan sangat membutuhkan produk kebersihan dasar dan pakaian yang layak, maka kami berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan mendistribusikan Paket Peduli Perempuan kepada 120 perempuan di Gaza selatan. Paket ini berisikan pakaian muslimah, kerudung, pembalut dan perlengkapan kebersihan.



Dalam genosida ini, perempuan Gaza bukan sekadar korban, namun mereka merupakan pilar ketahanan dan agen perubahan. Melalui rahim mereka, lahir anak-anak yang dididik menjadi seorang pejuang untuk meneruskan perlawanan terhadap penjajahan Zionis. Terima kasih Sahabat Adara, bantuanmu telah membantu memenuhi kebutuhan para perempuan Gaza, memberikan harapan dan kekuatan di tengah segala keterbatasan akibat genosida.








