Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa layanan bank darah di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza terancam berhenti total akibat kekurangan peralatan transfusi dan bahan laboratorium.
Dalam pernyataannya pada Kamis (25/9), kementerian menjelaskan bahwa krisis ini semakin parah karena defisit akut unit darah dan komponennya. Tanpa ketersediaan bahan laboratorium, unit darah tidak dapat diterima maupun ditransfusikan, sehingga rumah sakit gagal memenuhi kebutuhan darurat di berbagai departemen vital.
Kementerian menegaskan, kebutuhan harian Gaza terhadap darah melebihi 350 unit, terutama dengan terus meningkatnya jumlah korban luka kritis akibat agresi yang sedang berlangsung.
Sumber: Palinfo








