Klub Tawanan Palestina / Palestinian Prisoner Society (PPS) melaporkan bahwa otoritas penjara Israel terus melakukan penyiksaan medis sistematis terhadap tawanan Palestina, yang merupakan bagian dari strategi “slow-kill” Israel. Upaya ini mengakibatkan kehancuran fisik dan psikologis, serta membunuh puluhan tawanan sejak awal genosida di Gaza.
Menurut PPS, kunjungan hukum dan pemantauan mantan tawanan menunjukkan peningkatan penyakit kronis dan masalah psikologis di kalangan narapidana, baik selama penahanan maupun setelah dibebaskan. Penyebaran penyakit di dalam penjara, termasuk skabies dan penyakit lain yang sering tidak ditangani, dianggap sebagai bencana kesehatan yang disengaja oleh sistem penjara Israel.
Beberapa tawanan bahkan harus langsung dirujuk ke rumah sakit setelah dibebaskan, baru kemudian terdiagnosis menderita penyakit kronis jangka panjang. Data PPS per September 2025 menunjukkan sekitar 11.100 warga Palestina ditawan di penjara Israel, termasuk 3.577 orang tanpa dakwaan di bawah detensi administratif.
Sumber: Palinfo








