Kabar pengakuan resmi negara Palestina oleh empat negara Barat, Inggris, Portugal, Australia, dan Kanada menuai tanggapan beragam dari warga Palestina. Di tengah gempuran Israel yang terus melanda Gaza dan penjualan senjata ke Tel Aviv yang tetap berlanjut, banyak warga Palestina menyambut dengan rasa skeptis.
Mona Abu Samra, seorang ibu lima anak dari Gaza yang kehilangan suami dan rumah akibat serangan udara Israel, mempertanyakan makna nyata dari pengakuan tersebut. “Apakah harus ada kehancuran dan kematian sebesar ini baru dunia mengakui kami? Pengakuan itu bagus di konferensi dan layar televisi, tapi apakah rumah kami akan dibangun kembali? Apakah anak-anak saya bisa kembali bersekolah?” ujarnya.
Nada serupa disampaikan Mahmoud al-Za’anin, seorang petani dari Beit Hanoun yang kehilangan lahan pertanian jeruk dan zaitun setelah digusur dan dibom Israel. “Apakah kami harus membayar harga yang tak tertanggungkan ini agar dunia mengakui bahwa kami layak memiliki negara? Pengakuan saja tidak cukup. Siapa yang akan mengembalikan kehidupan sederhana kami?” katanya.
Rana Abu Jehl, pengungsi dari Kamp Nuseirat, juga menegaskan perlunya langkah nyata. “Apakah Gaza harus dihancurkan di atas kepala kami agar hati nurani dunia tersentuh? Bahkan jika mereka mengakui kami, apa jaminannya negara Palestina akan benar-benar terwujud?” tuturnya.
Sementara warga Gaza masih bergulat dengan kelaparan dan penyakit, Israel terus melanjutkan serangannya di Kota Gaza serta mendorong aneksasi cepat Tepi Barat. Langkah ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional.
Sumber:
The New Arab, MEMO
![Warga Palestina menerima berita pengakuan negara Palestina dengan reaksi beragam [GETTY]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/09/2236249819-750x375.jpeg)






![Foto yang diambil pada 25 Juni 2020 ini menunjukkan pemandangan pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung di permukiman Israel Givat Zeev, dekat Ramallah di Tepi Barat yang diduduki. – Israel bermaksud mencaplok permukiman Tepi Barat dan Lembah Yordan, sebagaimana diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump, dengan langkah-langkah awal dijadwalkan akan dimulai pada 1 Juli. [AHMAD GHARABLI/AFP via Getty Images]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/09/GettyImages-1222903438-1-75x75.webp)
