Kementerian Kesehatan Palestina pada Senin (22/9) melaporkan bahwa serangan udara Israel di sekitar fasilitas medis telah memaksa penutupan Rumah Sakit Anak Al-Rantisi dan Rumah Sakit Mata Kota Gaza, yang merupakan satu-satunya pusat perawatan mata publik di wilayah tersebut. Serangan tersebut juga menghancurkan pusat kesehatan Medical Relief Society di Kota Gaza.
Rumah Sakit Al-Rantisi sebelumnya sudah mengalami kerusakan parah akibat serangan langsung beberapa hari sebelumnya. Kementerian menilai Israel sengaja menargetkan sistem kesehatan sebagai bagian dari taktik sistematis untuk melumpuhkan layanan medis di Jalur Gaza.
Pihak berwenang menyebutkan pasien dan korban luka sangat kesulitan mencapai Rumah Sakit Lapangan Yordania di Gaza bagian selatan maupun Rumah Sakit Al-Quds di Kota Gaza karena pengeboman yang terus berlangsung dan tidak adanya jalur aman. Kementerian pun menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera turun tangan melindungi fasilitas kesehatan dan tenaga medis.
Pekan lalu, tentara Israel dilaporkan menyerang Rumah Sakit Anak Al-Rantisi sebanyak tiga kali berturut-turut ketika ada 80 pasien di dalamnya. Serangan tersebut menargetkan lantai atas rumah sakit dalam rentang beberapa menit.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel telah melakukan genosida di Gaza yang membunuh lebih dari 65.300 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Serangan ini juga menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, sementara blokade terhadap bantuan kemanusiaan menimbulkan kelaparan yang telah merenggut nyawa sedikitnya 442 warga Palestina, termasuk 147 anak-anak.
Sumber: MEMO, Anadolu Agency






![Warga Palestina menerima berita pengakuan negara Palestina dengan reaksi beragam [GETTY]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/09/2236249819-75x75.jpeg)
