Naama Levy, tentara Israel yang ditangkap dari pangkalan militer Nahal Oz pada 7 Oktober 2023, memberikan kesaksian publik di New York pada Jumat (19/9) lalu. Dalam kesaksiannya, Levy tidak menyebut adanya kekerasan seksual, berbeda dengan klaim Israel yang selama ini menjadikan kasusnya sebagai dasar tuduhan pemerkosaan terhadap pejuang Palestina.
Levy menjelaskan bahwa darah yang terlihat dalam rekaman saat ia ditawan berasal dari luka pertempuran, bukan akibat serangan seksual. Ia menuturkan selama penahanan dirinya mengalami malnutrisi berat, kelaparan, luka-luka yang tidak diobati, serta kondisi sanitasi yang buruk. “Saya hidup dalam ketakutan, setiap saat bisa menjadi yang terakhir,” ujarnya.
Pernyataannya tentang kelaparan dan minimnya akses kebutuhan dasar sejalan dengan penjelasan Hamas bahwa kondisi para tahanan Israel sama dengan warga Gaza yang hidup di bawah blokade Israel. Rekaman penangkapannya yang menampilkan Levy dengan celana abu-abu berlumuran darah sebelumnya telah dipakai secara luas untuk menggerakkan kampanye pro-Israel dan pro-genosida. Kini, terungkap bahwa darah tersebut murni akibat luka tempur, bukan serangan seksual.
Sumber: Qudsnen








