Militer Israel bersiap mengerahkan secara masif kendaraan lapis baja tak berawak yang dipasangi bahan peledak ke Kota Gaza, menurut laporan media Israel, Walla.
Kendaraan yang dikenal warga Gaza sebagai “robot jebakan” ini merupakan Pengangkut Personel Lapis Baja (Armourred Personnel Carrier/APC) lama yang diisi bahan peledak lalu dikendalikan dari jarak jauh. Kendaraan tersebut diarahkan masuk ke kawasan padat penduduk sebelum diledakkan hingga menimbulkan ledakan dahsyat yang meratakan bangunan dan menciptakan ketakutan luas.
Menurut laporan, lebih dari 100 robot peledak digunakan antara 13 Agustus hingga 3 September 2025, menghancurkan sekitar 300 unit hunian setiap hari. Warga Gaza menyebut ledakan itu lebih dahsyat daripada serangan udara, mengguncang seluruh kota dan memaksa ribuan orang mengungsi.
Metode ini, yang oleh militer Israel disebut “APC bunuh diri”, dikembangkan setelah agresi Gaza 2014 dan kini dipakai untuk membuka jalan, merobohkan bangunan, serta menghancurkan infrastruktur tanpa mengekspos pasukan ke risiko pertempuran langsung.
Selain robot peledak, Israel juga menempatkan puluhan kendaraan berat di perbatasan Gaza, termasuk alat sipil dan militer buatan Amerika Serikat. Kendaraan ini, sebagian dioperasikan pemukim ilegal dan kelompok ekstremis “hilltop youth”, digunakan untuk menghancurkan rumah serta infrastruktur sipil di Jalur Gaza.
Organisasi HAM menilai penggunaan robot ini sebagai strategi Israel untuk “menghapus Gaza dari peta” dan melanjutkan genosida melalui penghancuran total kota serta pemaksaan pengungsian massal.
Sumber: MEE








