JAKARTA-Genosida telah membuat penduduk Gaza setiap harinya merasakan kehilangan, luka, dan kelelahan. Mereka hancur secara fisik dan mental, namun fasilitas kesehatan di Gaza tidak bisa melayani seluruh pasien karena keterbatasan sarana dan tenaga medis. Oleh sebab itu, pada 23 Juli – 28 Agustus 2025, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan Klinik Darurat untuk korban luka di Gaza. Klinik Darurat ini dibangun di Khan Younis dan telah memberi manfaat bagi lebih dari 3.380 pasien.

Selama hampir dua tahun genosida berlangsung, lebih dari 62.895 penduduk Gaza telah kehilangan nyawa, sedangkan lebih dari 158.972 orang terluka dan lebih dari 10.000 pasien sangat membutuhkan evakuasi untuk bisa menyelamatkan nyawa mereka. Dalam banyak kasus, bagi korban luka, bertahan di Gaza tidak bisa memperbaiki kondisi kesehatan mereka karena sistem kesehatan telah runtuh. Sebanyak 22 dari 36 rumah sakit di Gaza telah kehabisan layanan, dan diperburuk dengan banyaknya tenaga medis yang menjadi korban karena Israel terus-menerus menyerang fasilitas kesehatan di Gaza.
Hancurnya sistem sanitasi dan pengolahan limbah di Gaza juga menjadi permasalahan yang serius karena menjadi penyebab munculnya berbagai wabah penyakit. Pengungsian yang penuh sesak dengan kondisi krisis air dan peralatan kebersihan telah membuat penyakit kulit menyebar, terutama di kalangan anak-anak yang rentan. Bagi warga Gaza yang sebelum genosida telah memiliki penyakit bawaan, kondisi krisis ini semakin mengancam nyawa mereka jika tidak segera mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.
Mengetahui bahwa Gaza sangat membutuhkan bantuan kesehatan, Sahabat Adara melalui Adara Relief International menyalurkan bantuan Klinik Darurat untuk korban luka di Gaza. Klinik Darurat ini dibangun di Khan Younis pada tanggal 23 Juli – 28 Agustus 2025. Bantuan Klinik Darurat ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 3.380 pasien, membuat mereka bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik untuk luka dan sakit yang mereka derita. Klinik Darurat difasilitasi dengan beberapa fasilitas di antaranya: tenaga medis yang terdiri dari dua orang dokter spesialis, satu orang dokter umum, satu apoteker, tiga orang perawat, dan apotek yang menyediakan obat-obatan.




Hingga hari ini, jumlah korban meninggal dan terluka akibat genosida di Gaza masih terus bertambah, dan bantuan dari Sahabat Adara telah membantu mereka untuk bisa mendapatkan perawatan segera. Terima kasih Sahabat Adara, luka penduduk Gaza mungkin tidak akan sembuh hanya dengan satu-dua kali pemeriksaan dan perawatan, namun setidaknya bantuan Klinik Darurat dari Sahabat Adara telah memberikan mereka lebih banyak kesempatan untuk bisa terus bertahan.








