Lebih dari 50 kapal yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla kini tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade ilegal Israel yang membawa bantuan kemanusiaan dan ratusan aktivis dari berbagai negara.
Sejumlah kapal telah bertolak dari Tunisia, Italia, Yunani, dan Libya. Armada tersebut dijadwalkan berkumpul di titik pertemuan dekat Malta sebelum bersama-sama menuju pantai Gaza. Hingga Selasa (16/9), 26 kapal termasuk Ghea, Mango, dan Luna Bark sudah tiba di Sisilia, Italia, sementara beberapa lainnya masih dalam perjalanan dari Tunisia. Dua kapal berbendera Inggris, Alma dan The Family, yang sempat diserang drone pekan lalu, juga berhasil masuk perairan Italia.
Menurut panitia, armada tersebut membawa bantuan penting seperti obat-obatan, susu bayi, dan pasokan pangan, selain mengangkut ratusan peserta dari lebih dari 40 negara, termasuk tokoh publik, dokter, anggota parlemen, serta aktivis dari Afrika Utara, Turki, dan Malaysia. Kapal pengawas hukum yang dinamai Shireen Abu Akleh, jurnalis Al Jazeera yang dibunuh Israel turut berlayar sebagai simbol perlawanan.
Flotilla ini juga menarik perhatian internasional dengan keikutsertaan sejumlah figur terkenal, di antaranya aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg, aktivis Kurdi-Jerman Yasemin Acar, serta aktivis Palestina-Spanyol Said Abukeshek.
Koalisi penyelenggara menegaskan bahwa meski menghadapi banyak rintangan, semangat peserta tetap tinggi. “Menjalankan misi maritim akar rumput terbesar untuk mematahkan blokade Israel adalah tantangan besar, tapi kami tetap teguh, bersatu, dan yakin,” tulis mereka.
Armada diperkirakan akan mencapai Gaza pada pertengahan September, setelah dua upaya sebelumnya yaitu kapal Madleen dan Handala, dicegat oleh Israel pada Juni dan Juli. Dengan jumlah kapal yang belum pernah terjadi sebelumnya, Global Sumud Flotilla diharapkan menjadi titik balik dalam perjuangan mengakhiri pengepungan Israel, menghentikan genosida, dan menyampaikan solidaritas global kepada rakyat Palestina.
Sumber:
The New Arab. MEMO








