Kamis (11/9), puluhan pemukim Yahudi kembali menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa dalam kelompok-kelompok, melakukan ritual Talmudik provokatif, termasuk “sujud epik,” dengan penjagaan ketat dari polisi Israel.
Aparat pendudukan memperketat pengawasan di pintu gerbang Al-Aqsa dan Kota Tua, menghalangi jemaah, serta mengintimidasi warga Palestina. Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga meningkatkan kampanye penahanan serta pengusiran terhadap mantan tawanan dan jemaah yang sebelumnya sudah dilarang memasuki Al-Aqsa, menjelang rencana serbuan massal pemukim untuk memperingati Tahun Baru Yahudi.
Data terbaru mencatat, Agustus lalu menjadi bulan dengan pelanggaran terparah dalam beberapa dekade. Lebih dari 8.134 pemukim menyerbu Al-Aqsa dan melakukan ritual seperti meniup shofar di dalam kompleks suci Al-Aqsa. Sementara itu, kelompok-kelompok ekstremis Yahudi menyerukan aksi serbuan besar-besaran pada 22–24 September mendatang.
Sebagai respon, warga Al-Quds (Yerusalem) dan komunitas Palestina di wilayah pendudukan 1948 menyerukan mobilisasi massal, salat berjamaah, dan kehadiran yang konsisten di halaman Masjid Al-Aqsa sebagai bentuk perlawanan nyata terhadap upaya Israel memutuskan Al-Aqsa dari lingkungan Palestina.
Sumber:
Palinfo








