Pertahanan Sipil di Gaza pada Selasa (9/9) mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa kota tersebut “terbakar dan kemanusiaan sedang dimusnahkan,” seraya memperingatkan adanya bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam rilis persnya, lembaga itu menjelaskan bahwa hanya dalam waktu 72 jam, jet tempur Israel telah menargetkan lima menara hunian bertingkat tinggi, masing-masing lebih dari tujuh lantai, yang mencakup sekitar 209 unit rumah. Bangunan-bangunan tersebut menampung lebih dari 4.100 orang, terdiri dari anak-anak, perempuan, dan lanjut usia yang kini seluruhnya kehilangan tempat tinggal.
Pernyataan itu menambahkan bahwa pengeboman juga menghancurkan lebih dari 350 tenda yang menjadi tempat tinggal sementara keluarga-keluarga pengungsi, sehingga sekitar 3.500 orang kehilangan tempat perlindungan terakhir mereka.
Menurut data Pertahanan Sipil, total dampak serangan tersebut mengakibatkan sekitar 550 keluarga, atau kurang lebih 7.600 jiwa, terpaksa mengungsi. Mereka kini kehilangan tempat bernaung serta harus berjuang lebih keras melawan kematian, kelaparan, dan teriknya matahari.
Pertahanan Sipil menyerukan secara mendesak kepada komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera turun tangan menyelamatkan ribuan nyawa tak berdosa, menegaskan bahwa “dunia hanya menonton dalam diam, sementara Gaza berteriak meminta pertolongan”
Pada hari yang sama, tentara pendudukan Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada seluruh penduduk Kota Gaza dan sekitarnya, menandai perintah pertama sejak diumumkannya rencana untuk menduduki dan menghancurkan kota tersebut.
Selama beberapa hari terakhir, pasukan pendudukan melancarkan kampanye pemusnahan terbesar yang menargetkan Kota Gaza dan distrik-distriknya, termasuk serangan berulang terhadap gedung-gedung hunian dan apartemen dengan dalih bahwa Hamas menggunakannya untuk tujuan militer.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin (8/9) juga mengancam warga Gaza dan menyatakan dengan bangga bahwa 50 apartemen telah dihancurkan hanya dalam dua hari. “Ini hanyalah pendahuluan, sekadar awal dari operasi intensif utama,” ujarnya.
Sumber:
Qudsnen








