Pakar hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Israel pada Selasa (9/9) agar menghentikan ancaman terhadap Global Sumud Flotilla dan memastikan misi para relawan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dapat berjalan tanpa hambatan.
Mereka menegaskan bahwa setiap upaya untuk menghalangi armada kapal tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan. Menurut para pakar, misi ini lahir akibat kegagalan komunitas internasional mengakhiri blokade Israel atas Gaza, yang mereka sebut sebagai tindakan ilegal dan bencana kemanusiaan.
“Para aktivis sipil tidak akan terpaksa mempertaruhkan nyawa di laut jika Majelis Umum atau Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas untuk menjamin penyaluran bantuan ke Gaza secara aman dan tanpa halangan,” demikian ditegaskan mereka dalam sebuah pernyataan.
Pakar PBB juga menyoroti serangan Israel terhadap kapal Madleen pada Juni lalu, serta ancaman terbaru dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang berencana menahan peserta flotilla di penjara berkeamanan tinggi dan menyita kapal mereka. Tindakan seperti itu, kata mereka, merupakan hukuman kolektif, intimidasi, dan pembalasan terhadap pembela HAM, yang dilarang oleh hukum internasional.
Mereka menegaskan kembali bahwa Gaza tetap merupakan wilayah pendudukan, sementara blokade Israel yang telah berlangsung 17 tahun adalah bentuk hukuman kolektif yang dilarang hukum kemanusiaan. Pembatasan yang disengaja atas makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan pasokan penting lainnya harus dilihat dalam konteks pendudukan ilegal dan serangan lebih luas terhadap rakyat Palestina, yang menurut banyak lembaga berwenang berpotensi memenuhi unsur genosida.
“Negara-negara harus menegaskan bahwa mereka tidak akan menoleransi Israel yang menghalangi bantuan kemanusiaan bagi penduduk yang menghadapi kelaparan dan genosida. Tekanan internasional harus diarahkan agar Israel segera mencabut blokade mencekik ini dan membuka semua jalur masuk bantuan ke Gaza,” tegas mereka.
Global Sumud Flotilla, yang namanya diambil dari kata berbahasa Arab ‘sumud’ (keteguhan), terdiri dari lebih dari 50 kapal yang membawa sekitar 150 aktivis dari berbagai negara, termasuk dokter, jurnalis, dan pegiat kemanusiaan. Armada ini berlayar dari Barcelona pada akhir Agustus bersama rombongan lain dari Genoa, Italia, dan dijadwalkan berangkat dari Tunisia menuju Gaza.
Inisiatif ini bertujuan menantang blokade Israel dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Laporan Integrated Food Security Phase Classification (IPC) yang didukung PBB pada 22 Agustus menyebutkan bahwa kelaparan telah melanda Gaza utara dan berpotensi meluas seiring berlanjutnya blokade Israel.
Sumber:
AA, MEMO







