Film baru berjudul The Voice of Hind Rajab mengguncang emosi penonton di Festival Film Venesia 2025. Film besutan sutradara Prancis-Tunisia, Kaouther Ben Hania, ini mendapatkan tepuk tangan meriah selama 23 menit setelah pemutaran perdananya pada Rabu (3/09). Seruan “Free Palestine!” menggema di gedung utama berkapasitas 1.032 kursi.
Film ini mengangkat kisah nyata Hind Rajab Hamada, seorang anak berusia lima tahun yang terbunuh bersama enam anggota keluarganya akibat tembakan pasukan Israel di Gaza pada Januari 2024. Hind sempat menjadi satu-satunya yang selamat dan melakukan panggilan darurat kepada Bulan Sabit Merah Palestina. Rekaman suara dari Hind yang penuh kepanikan, mengguncang dunia kala itu. Rintihannya, “Tolong datang, saya takut” kembali dihadirkan dalam film ini. Hind akhirnya ditemukan terbunuh bersama dua petugas medis yang berusaha menyelamatkannya.
Film ini mendapat dukungan besar dari sineas ternama dunia. Aktor Joaquin Phoenix dan Brad Pitt, serta sutradara peraih Oscar Jonathan Glazer (The Zone of Interest) dan Alfonso Cuarón (Roma), tercatat sebagai produser eksekutif. Phoenix turut hadir dalam pemutaran perdana.
Meskipun sebagian kritikus menilai perpaduan dokumenter dan drama di film ini “mengundang perdebatan,” banyak yang menyebutnya sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih penghargaan utama di Venesia. Majalah Deadline menyebut film ini bisa menjadi “pemantik” yang penting bagi dukungan terhadap perjuangan Gaza.
Pemutaran perdana film tersebut bertepatan dengan laporan bahwa satu juta warga Palestina terancam terusir akibat serangan baru Israel di sekitar Kota Gaza. Hingga kini, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, agresi Israel sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 63.600 orang, sebagian besar warga sipil.
Ibu Hind, Wissam Hamada, berharap film ini mampu membuka mata dunia. “Seluruh dunia membiarkan kami mati, kelaparan, hidup dalam ketakutan, dan terusir dari rumah kami tanpa melakukan apa pun,” ujarnya dari Gaza.
Genosida Gaza sendiri telah menjadi sorotan besar di dunia perfilman. Ribuan sineas menandatangani surat terbuka di Venesia untuk mengecam strategi militer Israel, sementara sebelumnya Festival Cannes juga diwarnai duka atas terbunuhnya jurnalis foto Palestina, Fatima Hassouna, akibat serangan udara Israel sehari setelah film tentang dirinya diumumkan masuk seleksi.
Kasus Hind Rajab hingga kini belum pernah diselidiki secara resmi oleh militer Israel. Namun melalui layar lebar di Venesia, suaranya kembali menggema, menjadi pengingat bahwa perang di Gaza bukan sekadar angka, melainkan kisah nyata manusia yang direnggut dari hidupnya.
Sumber:
The New Arab








