Pejabat badan PBB memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat kelaparan dan penyakit di Jalur Gaza jauh lebih besar dibandingkan angka resmi dilaporkan Kementerian Kesehatan.
Adnan Abu Hasna, penasihat media UNRWA, menjelaskan bahwa banyak warga yang sakit dan kelaparan meninggal secara diam-diam di tenda pengungsian dan dikuburkan tanpa tercatat. “Data resmi hanya mencakup mereka yang sempat mencapai rumah sakit atau klinik, sementara catatan kami menunjukkan adanya banyak kematian yang tidak terdaftar. Angka sebenarnya jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa runtuhnya sistem kesehatan dan kemanusiaan di Gaza telah mempercepat angka kematian, terutama diperparah dengan kondisi tubuh warga Palestina yang semakin kehilangan daya tahan akibat lemahnya imun mereka. Penyakit berbahaya kini menyebar luas, termasuk virus dan bakteri yang dapat menyebabkan kematian atau kelumpuhan, kembalinya penyakit yang pernah musnah seperti meningitis, serta merebaknya hepatitis di tengah kondisi kelaparan. Selain itu, Gaza juga menghadapi krisis psikologis parah. Sebanyak ratusan ribu orang menderita gangguan mental akibat blokade dan perang.
Sementara itu, UNICEF menyoroti krisis pangan akut yang mengancam keselamatan anak-anak. Juru bicara UNICEF, Tess Ingram, mengatakan tingkat malnutrisi pada anak-anak di Gaza sangat tinggi. Dari hasil screening yang dilakukan, 15–20% anak terbukti mengalami gizi buruk. Angka ini jauh di atas ambang batas darurat. “Lebih dari 110 anak telah meninggal karena kelaparan, dan lebih dari separuh kematian itu terjadi tahun ini. Situasinya terus memburuk lebih cepat, ” jelasnya.
Menurut Ingram, tidak ada satu pun wilayah di Gaza yang aman dari pengeboman Israel, sementara bantuan kemanusiaan yang masuk sangat tidak mencukupi. Ia menegaskan bahwa kelaparan ini sepenuhnya disebabkan oleh keputusan politik manusia, sehingga juga bisa dicegah dan diakhiri. “Obat terbaik untuk kelaparan adalah gencatan senjata. Namun jika itu gagal, semua perlintasan harus dibuka, Gaza harus dibanjiri bantuan, dan kami butuh kondisi yang memungkinkan distribusi cepat dan aman bagi seluruh penduduk Gaza,” tegasnya.
Sumber:
MEE








