Sedikitnya tujuh anak Palestina terbunuh dalam serangan militer Israel saat berusaha mengambil air di wilayah al-Mawasi, Gaza selatan, yang sebelumnya ditunjuk Israel sebagai “zona aman”. Sumber lokal dan medis melaporkan bahwa setidaknya sepuluh orang, termasuk tujuh anak, terbunuh saat antre untuk mendapatkan air di kawasan Attar, al-Mawasi. Seorang dokter dari Rumah Sakit Al-Nasser juga membagikan foto jenazah anak-anak tersebut beserta potret jerigen air yang tersisa dalam genangan darah di lokasi serangan.
Serangan ini terjadi bersamaan dengan perintah militer Israel kepada warga Kota Gaza untuk mengungsi ke al-Mawasi. Israel menjanjikan layanan kemanusiaan yang lebih baik di sana, termasuk akses ke air, makanan, dan layanan medis, sebagai bagian dari rencana ofensif untuk menaklukkan Kota Gaza dan memaksa sekitar satu juta orang pindah ke selatan. Namun nyatanya, meski Israel terus menekankan bahwa Al-Mawasi merupakan “zona aman”, kawasan itu telah menjadi sasaran serangan langsung berulang kali.
PBB, organisasi bantuan, dan pakar hak asasi manusia memperingatkan bahwa operasi militer Israel yang diperparah dengan taktik perang kelaparan, telah memenuhi kriteria genosida menurut hukum internasional. Sejak 7 Oktober 2023, setidaknya 63.000 lebih warga Palestina terbunuh di Gaza,
Sumber:
Qudsnen, The Guardian








