Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina pada Senin menyatakan bahwa agresi militer Israel di Gaza telah menghancurkan masjid, gereja, makam, lembaga pendidikan agama, serta properti wakaf dan warisan budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Direktur Jenderal Kementerian, Anwar Abu Shaweesh, mengatakan kerugian akibat serangan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD 500 juta. Dari total 1.244 masjid di Gaza, sebanyak 1.160 menjadi sasaran, 909 rata dengan tanah dan 251 lainnya rusak parah sehingga tak dapat digunakan. Tiga gereja di Kota Gaza juga dilaporkan hancur.
Selain itu, tentara Israel menghancurkan 40 dari 60 pemakaman di Gaza, termasuk 22 yang lenyap total. Abu Shaweesh menilai pasukan Israel melakukan tindakan “barbar dan tidak manusiawi” dengan menggali kuburan, mencuri jenazah, dan menodai mayat.
Kerusakan juga menimpa 646 properti wakaf yang mencakup pabrik, bengkel, dan usaha lain, dengan kerugian lebih dari USD 30 juta. Hampir 30 lembaga pendidikan Islam, termasuk perguruan tinggi dakwah dan sekolah agama, turut dihancurkan sehingga ribuan siswa kehilangan akses pendidikan.
Untuk menjaga aktivitas ibadah, kementerian dengan dukungan organisasi Islam internasional mendirikan lebih dari 500 lokasi salat sementara di kamp-kamp pengungsian. Selain itu, agresi juga membuat warga Gaza tidak dapat menunaikan ibadah haji dan umrah selama dua tahun berturut-turut.
Sumber:
Palinfo








