Jakarta – Adara Relief International menghadiri Ngaji Budaya yang diselenggarakan oleh Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jakarta pada Minggu, 10 Agustus 2025, di Kantor PWNU II, Cilandak, Jakarta Selatan.
Acara dibuka dengan lantunan shalawat rebana, tarian sufi, sambutan Ketua Lesbumi Jakarta H. Ahmad Yusuf, serta sambutan Ketua Pelaksana Adipatilawe. Rangkaian kegiatan meliputi pemutaran film karya pendiri Lesbumi NU berjudul Tauhid, pembacaan puisi, dan diskusi bertema Membaca Pendiri Lesbumi.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris PWNU DKI Jakarta KH Bahauddin (Gus Baha), Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta Emka Farah Mumtaz, perwakilan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, serta Kepala Sinematek Indonesia Akhlis Suryapati yang membahas peran film dalam membentuk narasi budaya Islam Indonesia.
Kehadiran keluarga pendiri Lesbumi menambah nuansa emosional, seperti Mutiara Sani (istri mendiang Asrul Sani) dan Heidy Hermia Ismail (putri Usmar Ismail), yang menjadi saksi sejarah warisan intelektual dan budaya para pendiri.
“Acara ini bukan hanya mengenang, tapi juga merayakan semangat mereka yang menjadikan seni sebagai jalan dakwah dan peradaban,” ujar Emka Farah Mumtaz.
Partisipasi Adara dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap seni dan budaya, sekaligus mempererat hubungan dengan kalangan Nahdliyin di Indonesia.





![Konferensi pers Palestine Festival yang diselenggarakan di Gudskul, Jagakarsa, pada Ahad [30/11] sebagai rangkaian menuju event kemanusiaan akhir tahun 2025. Acara ini memperkenalkan teater bertema keteguhan rakyat Gaza dalam menghadapi genosida. Konferensi pers turut dihadiri para pemain teater: David Chalik, Bella Fawzi, Robert Chaniago, dan Cholidi Asadil Alam.](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/12/DSC00773-120x86.jpg)


