Amnesty International mengecam keras persetujuan Israel atas proyek permukiman besar di koridor E1, Tepi Barat yang diduduki, sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan langkah berbahaya menuju aneksasi formal. Proyek ini mencakup pembangunan sekitar 3.400 unit rumah antara Al-Quds (Yerusalem) dan permukiman Ma’ale Adumim, yang akan semakin mengisolasi Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) dari Tepi Barat sekaligus memisahkan wilayah Tepi Barat menjadi dua bagian.
Persetujuan pembangunan E1 menuai kecaman internasional luas. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres meminta Israel menghentikan rencana tersebut karena melanggar hukum internasional dan resolusi PBB, serta “mengancam eksistensi solusi dua negara.” Kantor HAM PBB bahkan menegaskan, pemindahan paksa warga Palestina akibat proyek ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Sejumlah negara, termasuk Italia, Jerman, dan Belanda, juga menyuarakan keberatan keras. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyebut keputusan itu “tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional,” sementara pejabat Jerman dan Belanda memperingatkan bahwa proyek ini akan membuat solusi dua negara mustahil terwujud.
Proyek E1 telah diperdebatkan selama lebih dari dua dekade dan berulang kali dibekukan karena tekanan internasional. Namun, pemerintah sayap kanan Israel kini bertekad melanjutkannya. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dengan terang-terangan menyatakan bahwa proyek tersebut dimaksudkan untuk “mengubur” gagasan negara Palestina.
Saat ini sekitar 700.000 pemukim ilegal Israel tinggal di tengah 2,7 juta warga Palestina di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Jika terealisasi, E1 dipandang akan menjadi “pukulan telak” bagi solusi dua negara, sekaligus memperkuat sistem pendudukan dan apartheid Israel.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/live-blog/live-blog-update/amnesty-international-says-israels-e1-settlement-flagrant-violation?nid=427184&topic=Israel%2527s%2520genocide%2520in%2520Gaza&fid=547376
https://www.newarab.com/news/global-outcry-israel-pushes-e1-plan-kill-palestinian-state








