Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (14/8) mengumumkan telah memfasilitasi evakuasi medis bagi 38 pasien dalam kondisi kritis dari Jalur Gaza. WHO juga mendesak lebih banyak negara untuk menyediakan perawatan yang menyelamatkan nyawa dan memulihkan jalur rujukan medis.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan evakuasi yang didukung oleh badan kemanusiaan Uni Eropa (ECHO) itu mencakup 32 anak dan enam orang dewasa, didampingi 99 anggota keluarga. Sebanyak 25 anak dan enam dewasa dipindahkan ke Italia, lima anak ke Belgia, dan dua anak ke Turki untuk mendapatkan perawatan khusus.
Tedros memperingatkan bahwa lebih dari 14.800 pasien di Gaza masih membutuhkan perawatan medis mendesak yang tidak tersedia akibat perang dan runtuhnya layanan kesehatan. Ia menyerukan lebih banyak negara untuk memberikan dukungan dan memulihkan jalur rujukan ke Tepi Barat, termasuk ke Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), sebelum terlambat.
Sejak 7 Oktober 2023, agresi Israel yang didukung penuh Amerika Serikat telah membunuh atau melukai lebih dari 215.000 warga Palestina, sebagian besar anak-anak dan perempuan. Selain itu, lebih dari 9.000 orang dinyatakan hilang dan ratusan ribu lainnya mengungsi.
Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional.
Sumber:
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/over-14-800-gaza-patients-need-urgent-care-unavailable-in-enclave-warns-who-chief/3659414
https://www.#/20250814-over-14800-patients-in-gaza-need-urgent-life-saving-treatment-unavailable-locally/








