PBB memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza masih jauh dari kebutuhan minimum untuk mengatasi krisis kelaparan yang semakin parah akibat blokade dan pembatasan Israel. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan gencatan senjata sangat mendesak untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang kelaparan.
Dalam 24 jam terakhir, delapan orang—termasuk tiga anak—meninggal karena kelaparan. WHO mencatat lebih dari 340 anak telah dirawat akibat gizi buruk tahun ini, dengan sedikitnya 49 anak meninggal, 39 di antaranya berusia di bawah lima tahun.
Blokade Israel yang berlangsung 18 tahun semakin diperketat sejak 2 Maret 2025, menghentikan semua akses perbatasan. Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah membunuh lebih dari 61.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, meruntuhkan infrastruktur, melumpuhkan sistem kesehatan, dan memicu kelangkaan pangan akut.
Sejumlah pakar PBB menuduh Israel melakukan “medicide”—pemusnahan sistem kesehatan—dengan menyerang rumah sakit, tenaga medis, dan fasilitas kesehatan secara sengaja, serta membuat tenaga kesehatan kelaparan sehingga tak mampu merawat pasien. WHO melaporkan 735 serangan terhadap layanan kesehatan di Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga 11 Juni 2025, yang membunuh 917 orang, melukai 1.411 lainnya, merusak 125 fasilitas kesehatan, dan menghancurkan 34 rumah sakit.
Pakar PBB menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan bagian dari tindakan genosida. Mereka mendesak gencatan senjata segera sebagai langkah awal untuk menyelamatkan sisa sistem kesehatan Gaza dan mencegah pemusnahan penduduknya.
Sumber:
https://www.#/20250813-un-warns-gaza-aid-far-below-minimum-needs-as-child-malnutrition-surges/
https://www.ohchr.org/en/press-releases/2025/08/un-experts-appalled-relentless-israeli-attacks-gazas-healthcare-system







