PBB memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza masih jauh dari kebutuhan minimum untuk mengatasi krisis kelaparan yang semakin parah akibat pembatasan Israel. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan gencatan senjata sangat dibutuhkan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang kelaparan.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, dalam 24 jam terakhir terdapat delapan orang, termasuk tiga anak, yang meninggal karena kelaparan. WHO juga mencatat lonjakan kasus gizi buruk anak, dengan lebih dari 340 anak dirawat sejak awal tahun. Hingga 5 Agustus, sedikitnya 49 anak meninggal akibat gizi buruk, 39 di antaranya berusia di bawah lima tahun.
Blokade Israel yang telah berlangsung 18 tahun dan semakin diperketat sejak 2 Maret 2025, menghentikan seluruh akses perbatasan dan memutus kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku pada Januari.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah membunuh lebih dari 61.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, menghancurkan infrastruktur, melumpuhkan sistem kesehatan, dan memicu kelangkaan pangan akut.
Bantuan yang diizinkan masuk pun hanya terbatas melalui Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga kontroversial yang didukung AS dan Israel. Menurut data PBB, sejak GHF mulai beroperasi pada akhir Mei, pasukan dan kontraktor Israel dilaporkan menembaki warga yang mencari bantuan, membunuh hampir 1.400 orang dan melukai lebih dari 4.000 lainnya.
Sumber:
https://www.#/20250813-un-warns-gaza-aid-far-below-minimum-needs-as-child-malnutrition-surges/
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/un-warns-gaza-aid-far-below-minimum-needs-as-child-malnutrition-surges/3658823







