Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, lima orang lagi, termasuk seorang anak berusia lima tahun, meninggal dunia akibat malnutrisi di tengah blokade Israel yang terus berlangsung. Dengan penambahan ini, total korban meninggal akibat kelaparan selama perang genosida di Gaza kini mencapai 222 orang, termasuk 101 anak-anak.
Anak bernama Muhammad Zakaria Khader meninggal di Kompleks Medis Nasser, Khan Yunis, setelah menderita malnutrisi parah dan gangguan mobilitas. Tragedi seperti ini mencerminkan skala bencana kemanusiaan yang kian memburuk di wilayah yang diblokade itu.
Sejak 2 Maret 2025, rezim pendudukan Israel meluncurkan perang kelaparan dengan menutup semua perbatasan Gaza, menghalangi masuknya makanan, obat-obatan, dan kebutuhan medis lainnya. Akibatnya, kelaparan meluas dan membuat tubuh warga Gaza, terutama anak-anak, mengecil hingga tinggal tulang berbalut kulit. Rumah sakit dan ruang gawat darurat kewalahan menangani gelombang pasien yang berdatangan dalam kondisi kelelahan ekstrem dan tubuh yang lemah akibat kelaparan.
Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa bencana kemanusiaan ini semakin dalam dan mengancam nyawa lebih dari dua juta penduduk Gaza, sementara blokade dan larangan masuknya bantuan terus berlanjut lebih dari 140 hari. Penduduk Gaza kini menghadapi gelombang kelaparan nyata dalam genosida yang telah memasuki bulan ke-21.
Sumber:
https://english.palinfo.com/news/2025/08/11/345316/
https://english.palinfo.com/news/2025/08/11/345294/








