Organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF) mengecam keras mekanisme distribusi bantuan pangan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung Israel dan AS, menyebutnya sebagai “pembunuhan terencana” serta “kelaparan dan dehumanisasi yang dilembagakan”.
Dalam laporan berjudul This is not aid, MSF mengungkap bahwa distribusi bantuan GHF yang dijaga militer Israel dan kontraktor swasta AS di Rafah dipenuhi kekacauan: desakan massa, penjarahan, gas semprot, kekerasan fisik, dan tembakan mematikan.
Antara 7 Juni hingga 24 Juli, dua klinik MSF di dekat lokasi distribusi menangani 1.380 korban luka, termasuk 174 korban luka tembak dan 28 korban yang meninggal saat tiba, banyak di antara mereka adalah anak-anak dan remaja yang dikirim keluarga untuk mengambil makanan. MSF mencatat luka tembak yang presisi di bagian kaki, mengindikasikan penargetan sengaja terhadap warga sipil tak bersenjata yang hanya membawa kantong plastik berisi tepung atau pasta.
Sejak GHF beroperasi pada Mei 2025 untuk menggantikan mekanisme bantuan PBB, sedikitnya 859 warga Palestina terbunuh saat mencari bantuan di lokasi atau di sepanjang rute konvoi, sebagian besar akibat tembakan militer Israel. Lebih dari 514 lainnya dibunuh di jalur distribusi. Lokasi ini disebut sebagai “perangkap maut massal” dan “rumah jagal” oleh warga Gaza dan PBB.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan hampir 200 kematian akibat kelaparan, termasuk 96 anak dan bayi. Sekitar 1,25 juta warga hidup dalam kelaparan katastrofik, dengan 96% penduduk mengalami kerawanan pangan parah. WHO mencatat hampir 1 dari 5 anak di Gaza City mengalami gizi buruk akut, sementara UNICEF memperingatkan risiko kelaparan massal.
Badan-badan PBB menyebut Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang dengan menutup perbatasan, memblokir masuknya makanan, obat, dan bahan bakar, serta memaksa warga menempuh jarak jauh untuk mendapatkan bantuan. Gaza memerlukan minimal 600 truk bantuan dan bahan bakar per hari, tetapi sejak akhir Juli rata-rata hanya 84 truk yang masuk—sekitar 14% dari kebutuhan minimum.
Pemerintah Gaza menilai Israel secara sengaja “merekayasa kelaparan” dengan mendorong kekacauan di titik distribusi, membiarkan penjarahan, dan menargetkan petugas keamanan lokal yang mengawal bantuan. MSF menyerukan pembubaran segera skema GHF, pemulihan mekanisme bantuan terkoordinasi PBB, serta penghentian dukungan politik dan pendanaan bagi GHF yang dianggap sebagai “perangkap maut” bagi warga yang kelaparan.
Sumber:
https://www.#/20250807-gaza-food-distribution-orchestrated-killing-doctors-without-borders/
MSF Calls US- and Israeli-Backed Gaza Aid Distribution System ‘Orchestrated Killing’








