Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengonfirmasi bahwa tiga warga, termasuk dua anak di bawah usia 15 tahun, meninggal dunia akibat Sindrom Guillain-Barré (GBS), sebuah kondisi langka yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak. Kematian ini terjadi setelah mereka tidak mendapatkan perawatan yang menyelamatkan jiwa karena blokade Israel yang telah berlangsung selama lima bulan, termasuk terhadap pasokan obat-obatan.
Kementerian memperingatkan lonjakan infeksi dan malnutrisi parah, terutama di kalangan anak-anak, sehingga menciptakan “lingkungan subur” bagi penyebaran virus yang tidak terkendali. Mereka juga menegaskan bahwa runtuhnya sistem kesehatan dan lingkungan di Gaza menjadi ancaman serius bagi kehidupan warga. “Ini bukan sekadar kematian. Ini adalah peringatan akan potensi bencana infeksi yang nyata.”
PBB dan organisasi kemanusiaan seperti OCHA juga telah berulang kali memperingatkan peningkatan penyakit di Gaza yang seharusnya dapat dicegah, sebagai dampak langsung dari kelangkaan obat, air bersih, dan akses sanitasi.
Blokade Israel terhadap bahan bakar telah melumpuhkan sistem desalinasi dan air bersih di wilayah tersebut. Pada saat yang sama, militer Israel terus menghancurkan infrastruktur Gaza, memaksa hampir seluruh penduduknya untuk mengungsi, dan membunuh puluhan warga setiap harinya.
Kementerian Kesehatan mendesak komunitas internasional dan lembaga kemanusiaan untuk segera mengirimkan pasokan medis penting guna mencegah keruntuhan total sistem kesehatan di Gaza.
Sumber:








