Sebanyak 260 jurnalis dan organisasi media internasional menandatangani petisi Freedom To Report. Mereka mengecam keras pembatasan Israel terhadap akses media di Gaza dan menyebut larangan tersebut sebagai bentuk pembungkaman pengamatan independen yang mengancam kebebasan pers.
Hampir 200 jurnalis yang sebagian besarnya adalah warga Palestina telah terbunuh saat meliput di Gaza. Sementara itu, jurnalis asing dilarang masuk kecuali bergabung dengan militer Israel di bawah pengawasan ketat.
“Inilah erosi kebebasan pers sebagai pilar demokrasi,” tulis mereka. “Jika kita gagal bertindak, kita membiarkan kebenaran dikendalikan oleh mereka yang berkuasa.”
Petisi tersebut juga mendesak Israel agar membuka akses tanpa syarat bagi pers internasional, apalagi di tengah krisis kelaparan yang kini membunuh sedikitnya 180 warga Gaza, termasuk 93 anak-anak. PBB memperingatkan bahwa ini adalah kelaparan buatan manusia yang bisa memburuk jika bantuan tak segera masuk.
“Gaza adalah kasus paling mendesak, meski bukan satu-satunya. Dunia tak boleh menutup mata. Membela hak melapor bukanlah aktivisme, ini adalah jurnalisme,” tegas mereka.
Penandatangan berasal dari berbagai negara, termasuk tokoh ternama seperti Mehdi Hasan, Christiane Amanpour, dan Don McCullin
Sumber:
https://www.#/20250804-around-260-journalists-denounce-israeli-restrictions-silencing-independent-observation/
https://www.newarab.com/news/over-100-journalists-call-gaza-access-amid-man-made-famine







