Menteri Warisan dari sayap kanan ekstrem Israel, Amichai Eliyahu, pada Kamis (24/7), secara terang-terangan menyatakan bahwa pemerintahnya tengah “berlomba dengan waktu untuk melenyapkan Gaza dan penduduk Palestina di dalamnya.” Ia juga menambahkan bahwa wilayah tersebut kelak akan menjadi “sepenuhnya Yahudi.”
“Pemerintah sedang berlomba menghapus Gaza. Kami sedang memberantas kejahatan ini. Kami sedang melenyapkan penduduknya,” ujar Eliyahu dalam wawancara dengan Radio Kol Barama.
“Gaza akan menjadi Yahudi sepenuhnya ,” tegasnya.
Eliyahu merupakan anggota Partai Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi), partai ultranasionalis yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. Dalam pernyataannya, Eliyahu juga menepis kekhawatiran internasional mengenai krisis kelaparan yang semakin parah di Jalur Gaza.
“Kita tidak perlu memikirkan kelaparan di Gaza,” ujarnya tanpa peduli.
Selain itu, Eliyahu juga mengecam tokoh-tokoh oposisi yang mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia menyebut mereka sebagai “orang-orang sakit” seperti Yair Golan dan Ehud Olmert, dan menuduh mereka telah “kehilangan identitas serta dukungan terhadap rakyat Israel.”
Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel telah membunuh lebih dari 59.200 warga Palestina di Jalur Gaza, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Kampanye militer tersebut juga telah melumpuhkan sistem kesehatan, menghancurkan infrastruktur, dan menyebabkan krisis pangan yang sangat parah.
Pada November tahun lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel saat ini tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) akibat agresinya di Gaza.
Sumber:
https://www.#/20250724-israel-racing-to-wipe-out-gaza-eliminate-its-people-heritage-minister/








