JAKARTA-Selama berbulan-bulan genosida, Israel telah menjadikan air bersih sebagai senjata perang di Gaza. Israel membuat warga Gaza kesulitan mendapat akses air bersih, juga seringkali membantai warga yang berusaha mendapatkan jatah air bersih. Untuk meredakan kehausan di Gaza, pada 7 Mei 2025, Adara mengirimkan bantuan air bersih yang memberi manfaat bagi 10.953 orang di Gaza utara.

Sejak genosida dimulai, Israel telah menjadikan air bersih sebagai senjata perang di Jalur Gaza. Kantor Media Pemerintah Gaza menyebutkan bahwa sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 700 warga Palestina–sebagian besar anak-anak–terbunuh oleh serangan Israel ketika sedang mengambil air.
Lebih dari 720 sumur air juga dihancurkan secara sengaja oleh militer Israel, menyebabkan lebih dari 1,25 juta warga Palestina kehilangan akses terhadap air bersih. Selain itu, Israel juga menghalangi masuknya 12 juta liter bahan bakar per bulan, jumlah minimum yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sumur air, stasiun limbah, dan layanan penting lainnya.

Dengan dihancurkannya akses terhadap air bersih di Gaza, kini warga Gaza tidak hanya terancam nyawanya akibat serangan bom, tetapi juga mati perlahan akibat kehausan. Untuk meredakan kehausan di Jalur Gaza, pada 7 Mei 2025, Adara mengirimkan bantuan air bersih sebanyak 6 truk yang memuat 17 tangki air. 17 tangki air ini telah memberi manfaat bagi 10.953 orang di Gaza utara.
Terima kasih Sahabat Adara, bantuan air bersih yany Sahabat Adara berikan telah membantu meredakan dahaga puluhan ribu orang di Gaza. Berkat bantuan dari Sahabat Adara, kini banyai warga Gaza telah terbantu untuk bisa menyediakan air bersih bagi keluarga mereka.








