• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Gaza di Ambang Kehancuran Total: 50.000 Ibu Hamil dan Menyusui Kelaparan, Bayi Terancam Meninggal

by Adara Relief International
Juli 10, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Gaza di Ambang Kehancuran Total: 50.000 Ibu Hamil dan Menyusui Kelaparan, Bayi Terancam Meninggal
35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Jalur Gaza berada di titik nadir krisis kemanusiaan. Dana Kependudukan PBB (UNFPA) memperingatkan bahwa sebanyak 50.000 ibu hamil dan menyusui di Gaza mengalami kelaparan ekstrem selama berhari-hari. Anak-anak mereka menghadapi risiko serius: lahir prematur, berat badan rendah, kematian, serta gangguan kesehatan seumur hidup.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

“Para ibu terlalu kekurangan gizi untuk menyusui, sementara susu formula sudah tidak tersedia,” tulis UNFPA di media sosial. Situasi ini, menurut badan PBB tersebut, sesungguhnya bisa dicegah — asalkan bantuan kemanusiaan benar-benar diizinkan masuk.

Namun kenyataannya, bantuan kemanusiaan terus diblokade. Otoritas pendudukan Israel telah menutup akses bagi truk bantuan sejak awal Maret 2024, hanya mengizinkan beberapa lusin truk masuk setiap harinya — itu pun sering dijarah oleh kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Israel. Padahal, dibutuhkan sedikitnya 500 truk per hari untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum warga Gaza.

UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, melaporkan bahwa selama lebih dari empat bulan terakhir, Israel tidak mengizinkan satu pun bantuan kemanusiaan mereka masuk ke Gaza. Dalam sebuah video yang dirilis di platform X, UNRWA menunjukkan gudang di Mesir yang menyimpan ratusan ribu selimut, matras, terpal, serta barang-barang kebersihan seperti sabun dan sampo—barang-barang dasar yang sangat dibutuhkan warga Gaza, namun tidak pernah sampai ke tangan mereka.

“Warga Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan yang telah diblokade selama lebih dari empat bulan. Waktu hampir habis,” tegas UNRWA.

Direktur Sementara UNRWA di Gaza, Sam Rose, menambahkan bahwa hampir tiga perempat juta orang telah mengungsi sejak Maret 2024 dan kini “tidak memiliki apa-apa”. Sementara itu, lebih dari 90 persen keluarga tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman akibat kekurangan bahan bakar yang melumpuhkan sistem distribusi air.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyampaikan peringatan keras. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut kelangkaan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan telah membunuh warga sipil, terutama anak-anak. “Tempat yang aman sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Kondisi di Gaza terus memburuk sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023. Genosida yang dilakukan dengan dukungan penuh Amerika Serikat ini mencakup pengeboman tanpa pandang bulu, pengusiran massal, kelaparan sistematis, dan penargetan situs bantuan kemanusiaan. Hasilnya sangat tragis: lebih dari 194.000 warga Palestina telah terbunuh atau terluka—mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Lebih dari 11.000 orang masih hilang di bawah reruntuhan, dan kelaparan terus merenggut nyawa setiap hari.

Sumber:
https://qudsnen.co/50000-pregnant-and-breastfeeding-women-starving-in-gaza-un-warns/
https://www.palestinechronicle.com/newborns-at-risk-as-50000-pregnant-breastfeeding-women-starve-in-gaza/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tulkarem Jadi “Kamp Hantu”: Ribuan Warga Palestina Terusir di Tengah Operasi Militer Israel di Tepi Barat

Next Post

“Ini Bukan Lagi Agresi, Ini Genosida”: Kesaksian Istri Dokter Anak yang Ditangkap di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
“Ini Bukan Lagi Agresi, Ini Genosida”: Kesaksian Istri Dokter Anak yang Ditangkap di Gaza

“Ini Bukan Lagi Agresi, Ini Genosida": Kesaksian Istri Dokter Anak yang Ditangkap di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630