• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Ajukan Pembangunan Kamp Konsentrasi di Reruntuhan Rafah untuk Warga Gaza

by Adara Relief International
Juli 9, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Menteri Israel Ajukan Pembangunan Kamp Konsentrasi di Reruntuhan Rafah untuk Warga Gaza

Usulan Israel Katz dikecam sebagai 'cetak biru untuk kejahatan lebih lanjut terhadap kemanusiaan' terhadap Palestina [Getty/foto arsip]

14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel kembali mengundang kecaman internasional setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan rencana membangun sebuah “kota kemanusiaan” di wilayah Rafah yang hancur akibat agresi. Rencana ini dinilai oleh banyak pakar hukum dan aktivis sebagai cetak biru pemindahan paksa massal warga Palestina dari Jalur Gaza, bahkan digambarkan sebagai bentuk kamp konsentrasi modern.

Dalam pernyataannya kepada media Israel dan laporan Haaretz, Katz menyebut bahwa sekitar 600.000 warga Palestina, baik yang tinggal maupun yang mengungsi di wilayah al-Mawasi, Gaza selatan akan dipindahkan secara paksa ke lokasi yang disebutnya sebagai “kota kemanusiaan.” Namun, warga yang memasuki wilayah tersebut harus melalui proses “penyaringan keamanan” untuk memastikan mereka bukan bagian dari kelompok Hamas. Setelah masuk, mereka tidak akan diizinkan keluar dari area tersebut, yang akan dijaga secara ketat oleh militer Israel dari kejauhan.

Katz menyebut bahwa pembangunan fasilitas ini dapat dimulai bersamaan dengan gencatan senjata 60 hari yang sedang dibahas oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Presiden AS, Donald Trump. Tujuan akhirnya, menurut Katz, adalah menampung seluruh dua juta warga Palestina Gaza dalam satu area tertutup tersebut.

Rencana ini mengingatkan pada skenario kamp interniran atau bahkan kamp konsentrasi. Mark Seddon, mantan koresponden PBB dan akademisi, bersama aktivis HAM Palestina Ihab Hassan, menyamakan rencana ini dengan pembangunan kamp konsentrasi bagi warga Palestina. Sementara itu, sejarawan Holocaust dari Universitas Ibrani Yerusalem, Prof. Amos Goldberg, menegaskan bahwa apa yang sedang dirancang bukanlah kota, melainkan kamp transit untuk pembersihan etnis. “Kota adalah tempat yang memiliki rumah sakit, sekolah, universitas, kebebasan bergerak, dan pekerjaan. Ini bukan itu,” ujarnya. “Ini tidak akan menjadi tempat yang layak huni, sebagaimana area ‘aman’ yang sekarang pun tidak layak huni.”

Pengacara HAM terkemuka Israel, Michael Sfard, mengecam rencana Katz sebagai “rencana operasional untuk kejahatan terhadap kemanusiaan.” Ia menunjukkan kontradiksi antara pernyataan Katz dan surat dari Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, yang sebelumnya menyatakan bahwa pengungsian massal bukan bagian dari operasi militer. “Saat Anda mengusir seseorang dari tanah airnya di tengah perang, itu adalah kejahatan perang. Dan bila dilakukan secara masif seperti ini, itu menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Sfard.

Rencana ini juga menuai kritik internasional. Di Inggris, anggota parlemen Ellie Chowns menyatakan kengeriannya dengan rencana ini dan mendesak pemerintah Inggris untuk menggunakan segala instrumen diplomatik, hukum, dan ekonomi untuk menghentikan kekejaman tersebut serta menegakkan hukum internasional dan hak-hak warga Palestina.

Beberapa pejabat Israel menyebut rencana ini sebagai bagian dari proyek bersama dengan Amerika Serikat. Netanyahu menyatakan bahwa dirinya tengah bekerja sama dengan Trump dan beberapa negara lain untuk menampung warga Palestina yang “ingin keluar” dari Gaza. Trump sebelumnya bahkan menyebut hal ini sebagai bentuk “pilihan bebas”, mengatakan bahwa siapa pun boleh tinggal jika mau, atau pergi jika ingin.

Namun, banyak pakar hukum dan pengamat menyatakan bahwa dalam situasi penuh tekanan, pengepungan, dan pengeboman seperti yang dialami Gaza, tak ada yang bisa disebut sebagai “migrasi sukarela”. Dalam konteks ini, pemindahan paksa yang diselimuti oleh istilah “humanitarian” justru menjadi bentuk baru kolonialisme dan pembersihan etnis.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Rencana kamp ini juga terkait dengan proyek bernama Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung AS, meski GHF membantah telah mengusulkan dokumen rencana pemindahan. Lebih dari 600 warga Palestina dilaporkan telah ditembak mati di lokasi distribusi bantuan GHF sejak 27 Mei, membuat titik-titik distribusi ini dijuluki sebagai “jebakan maut.”

Sumber:
https://www.theguardian.com/world/2025/jul/07/israeli-minister-reveals-plan-to-force-population-of-gaza-into-camp-on-ruins-of-rafah\
https://www.newarab.com/news/katz-proposes-rafah-concentration-camp-gazas-palestinians

ShareTweetSendShare
Previous Post

PBB: Sepertiga Warga Gaza Tidak Makan Selama Berhari-hari, Banyak yang Harus Pertaruhkan Nyawa Demi Makanan

Next Post

ICRC: Lonjakan Tajam Korban di Lokasi Distribusi Bantuan Dorong Sistem Kesehatan Gaza ke Titik Kritis

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
ICRC: Lonjakan Tajam Korban di Lokasi Distribusi Bantuan Dorong Sistem Kesehatan Gaza ke Titik Kritis

ICRC: Lonjakan Tajam Korban di Lokasi Distribusi Bantuan Dorong Sistem Kesehatan Gaza ke Titik Kritis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630