Gaza Kehabisan Kain Kafan dan Lahan Kuburan, Jenazah Menumpuk di Rumah Sakit, Sekolah, dan Halaman Rumah
Tentara Israel telah melakukan lebih dari 26 pembantaian dalam waktu kurang dari 48 jam, membunuh lebih dari 300 warga Palestina di Jalur Gaza, kata Kantor Media Pemerintah setempat pada Kamis (03/07).
Menurut kantor tersebut, serangan terbaru menargetkan daerah padat penduduk, termasuk tempat penampungan, jalur evakuasi, ruang rekreasi, rumah, pasar, rumah sakit, dan titik distribusi bantuan.
Al Jazeera melaporkan bahwa sejak Kamis subuh, setidaknya 73 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan Israel, 33 di antaranya diserang saat mencari bantuan kemanusiaan. Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina juga mengonfirmasi bahwa 118 orang terbunuh pada Rabu dan 142 orang terbunuh pada Selasa.
Sementara itu, Kementerian Wakaf dan Agama Palestina memperingatkan bahwa genosida di Gaza yang berlangsung lebih dari 600 hari telah menyebabkan krisis lahan pemakaman.
“Krisis ini memburuk karena Israel memblokade makanan, obat-obatan, kain kafan, bahan konstruksi, dan hal-hal penting lainnya yang diperlukan untuk persiapan yang serius,” kata kementerian. “Ini menyulitkan kami untuk menghormati dan mengubur jenazah sesuai dengan hukum Islam.”
Militer Israel dilaporkan telah menghancurkan keseluruhan atau sebagian dari 40 pemakaman di Jalur Gaza, mengakibatkan menyusutnya ketersediaan lahan pemakaman dan kuburan yang ada. Kementerian menggambarkan “kekurangan kuburan yang parah”.
Perintah pemindahan paksa juga telah mengurangi lahan yang tersedia untuk pemakaman baru, yang mengakibatkan jenazah yang belum dikubur terpaksa ditampung sementara di rumah sakit, halaman sekolah, dan bahkan rumah.
Selain itu, Gaza juga kekurangan kain kafan dan keperluan lain untuk prosesi pemakaman, di samping harga untuk barang-barang ini telah melonjak. Kini, untuk menyiapkan satu kuburan diperkirakan dapat menghabiskan antara NIS 700–1.000 (sekitar USD 208–297).
Mengingat situasi yang memburuk, kementerian meluncurkan kampanye bernama Ikram (Honour), yang bertujuan membangun kuburan gratis dan menyediakan pemakaman yang layak bagi para korban. Mereka mengeluarkan seruan mendesak kepada negara-negara Arab dan Islam, lembaga bantuan internasional, dan individu-individu amal untuk mendukung inisiatif kemanusiaan dan agama ini.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/israel-kills-over-300-palestinians-two-days-gaza-runs-out-graves
https://www.#/20250703-gaza-endowments-ministry-reports-graves-shortage-urges-support-for-martyrs-dignified-funerals/








