• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Studi Baru: Agresi di Israel di Gaza Telah Membunuh Hampir 84.000 Warga Palestina

by Adara Relief International
Juni 26, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Studi Baru: Agresi di Israel di Gaza Telah Membunuh Hampir 84.000 Warga Palestina

Warga Palestina berduka atas tewasnya 5 orang dalam serangan Israel di dekat penjara al-Ansar, termasuk seorang anak dan seorang jurnalis di Rimal utara, Gaza pada 25 Juni 2025. [Saeed MMT Jaras – Anadolu Agency]

15
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa setidaknya 75.200 warga Palestina terbunuh di Gaza antara Oktober 2023 hingga Januari 2025 sebagai akibat langsung dari kampanye militer Israel. Angka ini hampir 40 persen lebih tinggi dibandingkan jumlah korban jiwa yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza (GMoH) untuk periode yang sama, yakni sekitar 45.650 jiwa.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Studi berjudul “Violent and Nonviolent Death Tolls for the Gaza War: New Primary Evidence” ini menyajikan hasil survei rumah tangga berskala besar yang disebut Gaza Mortality Survey (GMS). Survei ini merupakan estimasi paling komprehensif dan berbasis ilmiah sejauh ini terkait jumlah korban jiwa akibat agresi di Gaza. Penelitian ini juga memperkirakan adanya 8.540 kematian non-kekerasan yang berlebih akibat kelaparan, penyakit, dan runtuhnya sistem layanan kesehatan, sehingga total korban jiwa diperkirakan mencapai hampir 84.000 orang.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti internasional: Michael Spagat (Royal Holloway, University of London), Jon Pedersen (independen), Khalil Shikaki (Palestinian Center for Policy and Survey Research), Michael Robbins (Princeton University), Eran Bendavid (Stanford University), Håvard Hegre (Peace Research Institute Oslo), dan Debarati Guha-Sapir (Université Catholique de Louvain).

Melalui wawancara langsung, survei ini secara acak memilih 2.000 rumah tangga di seluruh Gaza, yang mewakili sampel populasi sebanyak 9.729 individu. Data dikumpulkan antara 30 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, dalam kondisi kekerasan ekstrem, pengungsian massal, dan blokade ketat. Palestinian Center for Policy and Survey Research memimpin pelaksanaan survei lapangan.

Hasil survei menunjukkan bahwa 56,2 persen korban kekerasan adalah perempuan, anak-anak, dan lansia, angka yang selaras dengan laporan GMoH sekaligus membantah klaim bahwa kementerian tersebut melebih-lebihkan jumlah korban sipil.

Sebaliknya, studi ini justru menemukan bahwa total kematian yang dirilis GMoH justru lebih rendah, dengan angka resmi kementerian yang bahkan lebih rendah dari batas bawah interval kepercayaan 95 persen dalam studi ini. Secara absolut, perkiraan terendah studi ini yaitu 63.600 korban jiwa, masih lebih tinggi 17.000 jiwa dibanding angka resmi GMoH.

Para peneliti juga mengambil langkah tambahan untuk mengurangi bias dan mempertimbangkan pengungsian massal penduduk Gaza. Mereka menggunakan metode statistik “raking” agar distribusi demografis merata, serta dilakukan pula pelacakan melalui ponsel dan unggahan data secara langsung untuk verifikasi. Survei ini juga mengoreksi kekurangan data dari wilayah yang sulit dijangkau seperti Gaza utara dan Rafah.

Kematian non-kekerasan, terutama akibat penyakit, kelaparan, dan tidak adanya akses perawatan medis, sering kali tidak tercatat dalam penghitungan korban konflik. Namun, GMS menjadi studi yang memperkenalkan pendekatan ilmiah untuk memperkirakan jumlah kematian ini. Studi ini mencatat bahwa 8.540 kematian tersebut merupakan kematian “berlebih”—kematian yang seharusnya tidak terjadi jika dalam kondisi damai. Bayi baru lahir menjadi kelompok paling rentan: dari 357 bayi yang lahir setelah agresi dimulai, empat di antaranya meninggal, mengindikasikan kerentanan ekstrem pada masa neonatal.

Para penulis menyatakan bahwa temuan mereka membantah narasi yang meragukan laporan korban Palestina. Mereka tidak menemukan bukti yang mendukung tuduhan bahwa GMoH melebih-lebihkan angka korban. Sebaliknya, mereka menyimpulkan bahwa catatan GMoH justru terbilang konservatif. Selain itu, profil demografis para korban—yang mayoritas adalah warga sipil—mendukung temuan berbagai organisasi HAM bahwa agresi Israel di Gaza secara tidak proporsional menyasar non-kombatan.

Studi ini muncul di tengah penyelidikan genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dan semakin kuatnya sorotan dunia terhadap tindakan Israel di Gaza. Para penulis menyebut bahwa penelitian mereka memberikan landasan penting untuk pertanggungjawaban sejarah dan keadilan.

Sumber:
https://www.#/20250625-gaza-death-toll-reaches-84000-far-higher-than-official-counts-new-study-finds/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Menjaga Semangat Penghafal Quran Palestina di Tengah Krisis: Laporan Akhir Tahun Ajaran dari Pengungsian Lebanon

Next Post

Lebih dari 200 Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Perlindungan Polisi Israel

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Lebih dari 200 Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Perlindungan Polisi Israel

Lebih dari 200 Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Perlindungan Polisi Israel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630