Setidaknya 11 warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, terbunuh pada Sabtu (21/06) pagi akibat serangan Israel yang menyasar kerumunan sipil yang sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza bagian selatan dan tengah. Serangan ini melibatkan penembakan artileri yang menyasar titik distribusi bantuan yang dikendalikan oleh tentara Israel.
Dalam insiden terbaru, tiga anak Palestina terbunuh dan satu lainnya kritis akibat serangan udara Israel di Jalan Al-Mansoura, lingkungan Shejaiya, Gaza timur. Di wilayah selatan Wadi Gaza, Rumah Sakit Al-Awda menerima lima jenazah dan 15 korban luka, termasuk empat dalam kondisi kritis, akibat serangan terhadap warga sipil yang sedang menunggu bantuan.
Pada Sabtu (21/06) dini hari, tiga warga Palestina juga dilaporkan terbunuh akibat tembakan di dekat titik distribusi bantuan di barat Kota Rafah. Di wilayah tengah Gaza, beberapa warga juga ditembak di area Netzarim saat berusaha mendapatkan bantuan.
Sejak 7 Mei, Israel mulai mendistribusikan bantuan secara sepihak melalui Gaza Humanitarian Foundation — sebuah mekanisme yang didukung Israel dan AS namun ditolak oleh PBB dan organisasi kemanusiaan internasional. Mekanisme ini bukan hanya tidak mencukupi jumlah bantuan yang dibutuhkan, tetapi juga menjadikan warga Palestina yang mengantre bantuan sebagai target tembakan harian.
Sumber medis melaporkan bahwa rumah sakit di Gaza terus menerima korban luka dari berbagai wilayah yang menjadi sasaran serangan udara dan artileri Israel. Kamp Pengungsi Bureij di Gaza tengah mengalami gempuran artileri berat, Kota Jabalia di Gaza utara dibombardir dari udara. Di Khan Younis, sementara tembakan intensif dari angkatan laut Israel menghantam perahu-perahu nelayan yang tersisa.
Serangan ini merupakan bagian dari ofensif brutal Israel yang berlangsung sejak Oktober 2023 dan telah membunuh lebih dari 55.700 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak. Israel terus mengabaikan seruan internasional untuk gencatan senjata, dan tindakannya telah memicu kecaman global.
Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresinya di wilayah tersebut.
Sumber:
https://www.#/20250621-israel-kills-11-aid-seekers-in-gaza-including-3-children/
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israel-kills-11-aid-seekers-in-gaza-including-3-children-/3607011







