Puluhan pemukim Israel, dipimpin oleh mantan anggota Knesset dari sayap kanan ekstrem, Rabbi Yehuda Glick, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis pagi dengan pengawalan ketat dari pasukan polisi pendudukan Israel.
Menurut laporan dari Provinsi Al-Quds (Yerusalem), sebanyak 134 pemukim menyerbu situs suci tersebut secara berkelompok melalui Gerbang Al-Maghariba, ditemani oleh Glick dan dikawal aparat bersenjata lengkap.
Saksi mata melaporkan bahwa para pemukim melakukan ritual Talmud di pelataran masjid, bahkan beberapa di antaranya melakukan sujud yang dianggap “provokatif” oleh para pengamat.
Penyerbuan ini merupakan bagian dari tren yang terus meningkat terkait aktivitas pemukim di dalam kompleks Al-Aqsa, yang telah lama menjadi titik ketegangan di kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki.
Yehuda Glick sendiri dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam upaya mengubah status quo di Al-Aqsa, mendorong peningkatan akses Yahudi ke situs tersebut—langkah yang secara luas dipandang oleh rakyat Palestina dan banyak komunitas internasional sebagai bentuk provokasi.
Pada Rabu sebelumnya, otoritas Israel sempat membuka kembali Gerbang Hatta dan Al-Silsila menuju Kota Tua, namun hanya mengizinkan warga Palestina berusia di atas 65 tahun untuk mengakses Al-Aqsa. Malam harinya, Masjid Al-Aqsa dikosongkan dari jemaah setelah salat, dan seluruh gerbang ditutup rapat. Kedua pintu masuk tersebut dibuka kembali pada Kamis pagi, namun pembatasan ketat tetap diberlakukan.
Sejak Jumat lalu, pendudukan Israel telah menutup akses ke Masjid Al-Aqsa secara total, melarang warga Palestina untuk beribadah di sana dan memperketat pengawasan di seluruh wilayah Kota Tua. Warga Palestina terus menghadapi pelecehan dan pembatasan pergerakan, khususnya di sekitar pintu-pintu masuk kompleks masjid. Tindakan ini dipandang sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas oleh otoritas Israel untuk memperkuat kendali atas situs suci tersebut dan membatasi akses rakyat Palestina, terlebih lagi di masa-masa yang secara politis sensitif.
Sumber:
Dozens of Israeli settlers led by extremist rabbi storm Al-Aqsa Mosque under heavy police protection








