JAKARTA-Genosida telah membuat makanan pokok menjadi barang mewah di Gaza. Di Gaza, banyak orang tidak bisa mendapatkan makanan untuk sekadar bertahan hidup, bahkan tak sedikit yang kehilangan nyawa saat sedang berjuang mencari makanan. Menyadari bahwa makanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh warga Gaza saat ini, maka Adara menyalurkan bantuan bahan makanan pokok pada tanggal 21 Maret 2025 (21 Ramadhan 1446 H) yang menjangkau 7.000 orang di Gaza tengah.

Gaza saat ini tengah menderita akibat krisis pangan yang parah. Sebanyak 2,1 juta penduduk Gaza telah menderita kekurangan pangan yang berkepanjangan dan setengah juta orang menghadapi ancaman kekurangan gizi akut yang dapat merenggut nyawa mereka. Jika terus dibiarkan, angka ini semakin lama akan semakin meningkat, memperparah krisis kelaparan yang telah terjadi di Gaza.
Di Gaza, 57 anak dilaporkan telah meninggal akibat kekurangan gizi dan 17.000 perempuan hamil berisiko mengalami kekurangan gizi akut. Kondisi ini semakin diperparah dengan ditutupnya perbatasan pada 2 Maret 2025, membuat truk-truk berisi makanan dan bantuan pokok lainnya tertahan di perbatasan, bahkan tak sedikit bantuan pangan yang membusuk atau kadaluarsa karena tertahan terlalu lama.
Di tengah krisis kelaparan yang sangat parah di Gaza, Adara Relief International berusaha untuk meringankan penderitaan penduduk Gaza dengan mengirimkan bantuan bahan makanan pokok pada tanggal 21 Maret 2025. Bantuan bahan makanan pokok tersebut terdiri dari beberapa makanan kaleng, minyak, gula, dan bahan makanan lainnya yang dibagikan kepada 7.000 orang di Gaza tengah.



Bantuan bahan makanan pokok ini tidak akan bisa terselenggara tanpa uluran tangan dari Sahabat Adara yang peduli pada saudara-saudara kita di Palestina. Terima kasih Sahabat Adara, semoga bantuan bahan makanan pokok ini dapat menjadi keberkahan bagi Sahabat Adara dan bagi penduduk Gaza agar mereka bisa tetap kuat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini.








