Untuk pertama kalinya sejak pendudukan Al-Quds (Yerusalem) pada 1967, Israel sepenuhnya menutup akses ke Masjid Al-Aqsa pada 13 Juni 2025 dengan dalih perang melawan Iran. Langkah ini menuai kecaman luas dan kekhawatiran bahwa Israel tengah memanfaatkan situasi geopolitik untuk menerapkan perubahan permanen terhadap status situs suci umat Islam tersebut.
Penutupan dilakukan segera setelah salat Subuh. Para jemaah dipaksa keluar, dan semua gerbang ditutup. Hanya petugas Waqf Islam, lembaga yang dikelola Yordania dan bertanggung jawab atas Masjid Al-Aqsa, yang diizinkan masuk, itu pun dengan pembatasan gerak yang ketat.
“Al-Aqsa benar-benar terkunci. Tak ada penjaga, tak ada jemaah. Ini pertama kalinya saya salat sendirian di sana,” kata Dr. Mustafa Abu Sway, anggota Dewan Waqf Islam di Al-Quds (Yerusalem).
Para pengamat menyebutkan bahwa Israel kerap menggunakan momen krisis untuk menerapkan kebijakan sepihak di Al-Quds (Yerusalem), termasuk upaya membagi Al-Aqsa secara ruang dan waktu antara Muslim dan Yahudi, seperti yang sudah terjadi di Masjid Ibrahimi di Hebron.
Selama beberapa tahun terakhir, kelompok pemukim Israel dan ekstremis Yahudi secara rutin menyerbu kompleks Al-Aqsa dengan pengawalan polisi, bahkan melaksanakan ritual keagamaan Yahudi di area Bab al-Rahma—pelanggaran terang-terangan terhadap status quo internasional.
Aouni Bazbaz dari Waqf menyatakan bahwa 99% rencana pembagian Al-Aqsa telah diam-diam diterapkan di bawah bayang-bayang agresi Gaza dan kini diperluas dengan dalih perang dengan Iran.
“Kami sedang disiapkan untuk menerima penutupan Al-Aqsa sebagai hal normal,” kata aktivis Al-Quds (Yerusalem) Fakhri Abu Diab. Ia juga menyoroti bahwa warga Palestina bahkan dibatasi untuk sekadar bergerak di dalam area masjid dan harus menghadapi pemeriksaan ID serta penghalangan akses masuk ke Kota Tua.
Sementara warga Yahudi tetap bebas beribadah di Tembok Barat, umat Muslim dicegah mendekati tempat suci mereka sendiri.
“Jika dunia tidak segera sadar dan bertindak, kita akan menghadapi realitas baru, yakni akses ke Al-Aqsa hanya mungkin lewat izin atau aplikasi online,” ujar Bazbaz penuh keprihatinan.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/israel-places-al-aqsa-mosque-under-lockdown-amid-iran-war








