Koalisi Global Menentang Pendudukan Palestina menyerukan kepada otoritas Mesir untuk mempermudah masuknya lebih dari 4.000 aktivis internasional dari 54 negara, termasuk delegasi parlemen Eropa, yang berencana menuju Kota Al-Arish dan kemudian ke perbatasan Rafah untuk mengikuti aksi damai pada Ahad, 15 Juni 2025. Aksi ini merupakan bagian dari Global March for Gaza, yang menuntut diakhirinya blokade atas Jalur Gaza serta pembukaan segera jalur penyeberangan untuk pengiriman bantuan makanan dan medis yang sangat dibutuhkan oleh lebih dari dua juta warga Palestina yang terancam kelaparan dan genosida akibat agresi Israel yang terus berlangsung.
Koalisi menegaskan bahwa keberhasilan misi delegasi internasional ini akan menjadi pesan kuat bahwa Mesir menolak blokade dan mendukung rakyat Palestina dalam melawan kebijakan pendudukan yang berbasis pada hukuman kolektif, pembersihan etnis, dan pemindahan paksa. Sikap ini sekaligus mencerminkan dukungan terhadap posisi resmi Mesir yang menolak genosida dan berkomitmen menjaga kesatuan tanah dan rakyat Palestina.
Di sisi lain, Dewan Tinggi Negara Libya menyambut kedatangan “Konvoi Keteguhan” yang diikuti oleh penduduk Maghribi (Maroko, Aljazair, Tunisia, Mauritania) yang memasuki wilayah Libya sebagai simbol nyata solidaritas rakyat Arab dan Muslim terhadap perjuangan Palestina. Konvoi tersebut sedang menuju kota Zawiya, 51 kilometer barat Tripoli, sebelum melanjutkan perjalanan ke Mesir dan perbatasan Gaza.
Dalam pernyataan resminya, Dewan menyebut konvoi ini sebagai bentuk perlawanan praktis terhadap pendudukan Israel dan praktik-praktik tidak manusiawinya. Konvoi ini juga memperlihatkan kedekatan nyata antara bangsa Arab dan Islam dengan perjuangan rakyat Palestina, serta dukungan terhadap keteguhan Gaza yang terus berkorban demi martabat umat.
Pemerintah dan rakyat Libya, menurut Dewan, akan terus berkomitmen mendukung perjuangan Palestina. Konvoi solidaritas semacam ini mengirimkan pesan jelas kepada komunitas internasional bahwa pengepungan atas Gaza tidak dapat diterima, baik secara moral maupun hukum, dan harus segera dihentikan.
Sumber:
https://www.#/20250611-who-al-amal-hospital-in-gaza-out-of-service/
https://www.#/20250611-libya-welcomes-steadfastness-convoy-as-a-symbol-of-solidarity-with-gaza/








