Serangan dan penghancuran oleh pasukan pendudukan Israel serta pemukim ilegal terus mengguncang wilayah Tepi Barat yang diduduki. Pada Selasa malam, dua warga Palestina terluka dalam serangan brutal yang dilakukan para pemukim kolonial Israel di Desa Osrin, selatan Nablus. Serangan itu terjadi di bawah perlindungan pasukan Israel. Menurut sumber medis dan warga setempat, kedua korban terluka akibat terjatuh saat berupaya mengadang para pemukim yang menyerang desa. Mereka telah dilarikan ke klinik lokal untuk mendapatkan perawatan.
Pada saat yang hampir bersamaan, pasukan Israel menyerbu Desa Nabi Saleh di barat laut Ramallah. Mereka menembakkan gas air mata ke arah warga, meski tidak ada laporan korban luka. Pasukan juga mendirikan pos pemeriksaan militer di tengah desa, menutup akses keluar masuk warga dan kendaraan.
Sementara itu, pada Senin malam, pasukan pendudukan mengeluarkan surat perintah pembongkaran untuk lebih dari 100 rumah di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat bagian utara. Menurut sumber lokal, tentara Israel menyebarkan peta yang menunjukkan rumah-rumah yang menjadi target penghancuran, dan prosesnya diperkirakan akan dimulai dalam 72 jam sejak surat itu dikeluarkan.
Penghancuran ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada bulan Maret, lebih dari 66 rumah di kamp ini telah dihancurkan. Agresi tanpa henti yang berlangsung selama lebih dari lima bulan telah menyebabkan kerusakan total atau sebagian pada sekitar 600 rumah dan fasilitas di kamp Jenin. Dalam perkembangan terkait, pasukan Israel juga terus melanjutkan penghancuran bangunan tempat tinggal di Kamp Tulkarm.
Sumber:
https://www.#/20250610-israel-issues-demolition-notices-for-100-homes-in-west-bank/








