Senin malam (9/6), tiga tenaga medis Palestina dan seorang jurnalis terbunuh akibat serangan udara Israel yang menargetkan lingkungan Al-Tuffah di Kota Gaza. Dalam serangan terpisah di Khan Younis, seorang juru kamera juga dilaporkan terbunuh, menurut laporan koresponden TRT Arabic.
Ketiga tenaga medis yang gugur adalah Hussein Muheisen, Baraa Afaneh, dan Wael Al-Attar. Mereka terbunuh akibat serangan pesawat tempur Israel saat berupaya mengevakuasi korban luka dari Jalan Yafa, Al-Tuffah. Dalam serangan yang sama, jurnalis Moamen Abu Alouf juga kehilangan nyawa.
Di lokasi berbeda, juru kamera Hamed Ismail Al-Astal terbunuh akibat serangan udara Israel yang menghantam tenda pengungsi di sebelah barat Khan Younis, Gaza selatan.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa rumah sakit di wilayah tersebut menerima 47 jenazah dalam 24 jam terakhir, termasuk satu korban yang ditemukan dari reruntuhan, serta 388 korban luka akibat serangan udara Israel yang terus berlanjut.
Sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, jumlah korban terbunuh mencapai 54.927 orang dan korban luka 126.615 orang. Sementara itu, sejak dimulainya serangan darat intensif pada 18 Maret 2025, tercatat 4.649 kematian dan 14.574 korban luka.
Pada Senin pagi, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi mendesak dari sejumlah wilayah di Gaza, termasuk Jabalia, Kamp Jabalia, Al-Nahda, Al-Rawda, Al-Salam, Al-Noor, Al-Daraj, Al-Tuffah, dan Tal Al-Zaatar. Wilayah-wilayah tersebut disebut sebagai “medan pertempuran sangat berbahaya”. Militer Israel mengklaim sedang “beroperasi dengan kekuatan besar” untuk menghancurkan kemampuan organisasi yang mereka sebut sebagai kelompok teroris, serta memperingatkan bahwa kembali ke area-area tersebut akan membahayakan nyawa.
Sumber:
https://www.#/20250610-israeli-airstrikes-kill-3-medics-journalist-and-cameraman-in-gaza-city-khan-younis/








